Peribahasa 二兎を追う者は一兎をも得ず (Nito o ou mono wa itto o mo ezu) dalam bahasa Jepang

Angka, binatang, Peribahasa JepangPeribahasa (kotowaza), binatang, Peribahasa Jepang

KOTOWAZA 二兎を追う者は一兎をも得ず (Nito o ou mono wa itto o mo ezu)

PERIBAHASA JEPANG

二兎を追う者は一兎をも得ず
Nito o ou mono wa itto o mo ezu
Orang yang mengejar dua ekor kelinci tidak akan mendapatkan seekor pun

kosakata
二兎にと(nito) = dua ekor kelinci
一兎いっと(itto) = satu ekor kelinci
追おう(ou) = mengejar
者もの(mono) = orang
得えず(ezu) = tidak mendapatkan (dari kata kerja 得える)

Penjelasan

Peribahasa 二兎を追う者は一兎をも得ず (nito o ou mono wa itto o mo ezu) yang berarti “orang yang mengejar dua ekor kelinci tidak akan mendapatkan seekor pun” mengumpamakan kelakuan manusia yang suka serakah.

Nah, sebenarnya kita tidak boleh serakah tanpa fokus pada satu target karena jika kita serakah ingin mendapatkan dua sekaligus, akhirnya bisa saja gagal bahkan tidak mendapatkan satu pun.

Bayangkan, mana mungkin seorang jomblo ngenes mengincar dua perempuan sekaligus untuk mendapatkan pacarnya. Satu saja sudah susah apalagi dua! Hasilnya sudah jelas kan? Dia tetap jomblo freehatin. 😭😭

Sebaiknya, kita fokus ke satu saja. 😁😁😁

Peribahasa Indonesia

Mengharapkan guntur di langit, air di tempayan ditumpahkan.

Peribahasa Inggris

If you run after two hares you will catch neither.

Sinonim

虻蜂取らず(あぶはちとらず)
Abu hachi torazu

心は二つ身は一つ(こころはふたつみはひとつ)
Kokoro wa futatsu mi wa hitotsu

Antonim

一石二鳥(いっせきにちょう)
Isseki nichoo

一挙両得(いっきょりょうとく)
Ikkyo ryootoku

Contoh Kalimat

国会議員こっかいぎいんになりたいけど、ウラマーにもなりたいなんて、二兎にとを追おう者ものは一兎いっとをも得えずだよ。
Kokkai giin ni nari tai kedo, ulama ni mo nari tai nante, “nito o ou mono wa itto o mo ezu” dayo.
Ingin menjadi anggota DPR, tetapi ingin menjadi ulama sekaligus itu namanya “nito o ou mono wa itto o mo ezu”.

不倫ふりんして、妻つまとは離婚りこん、不倫ふりん相手あいてにも振ふられた。まさに、二兎にとを追おう者ものは一兎いっとをも得えずだ。
Furin shite, tsuma towa rikon, furin-aite ni mo furareta, Masa ni “nito o ou mono wa itto o mo ezu”.
Saya berselingkuh, dan akhirnya bercerai dengan istri, sekaligus diputuskan oleh si selingkuhan. Inilah ““nito o ou mono wa itto o mo ezu”.