ペコペコ (PEKO-PEKO) dalam Bahasa Jepang

GIONGO, GITAIGOKotoba, Onomatope

Kuuuuuuyyyyyyyyy… 😉😉😉

Puasa bentar lagi nih.. Dah siap laper kalian? Haha, tapi bukan laper kasih sayang ya, melainkan laper karna perut kosong. Iya perut kosong, hati kosong, dompet kosong, sempurnalah hidup kalian wkwk. 😀😀😀

Onomatope Peko-Peko

ONOMATOPE

ペコペコ / ぺこぺこ
PEKO-PEKO
Lapar / Penyok / Menundukkan kepala berkali-kali

Kalau lapar, biasanya di Indonesia menggunakan kata “kruyuk-kruyuk" untuk menggambarkan seseorang yang lapar karena perut kosong. Kalau di Jepang, menggunakan ペコペコ (peko-peko) untuk menggambarkannya.

Sebagai pelajar bahasa Jepang, apakah kamu sering pakai peko-peko untuk memberi isyarat sedang lapar? Pasti seringlah yaaaaaa, apalagi anak kos di akhir bulan yang serasa gelandangan itu wkwk. Namun, peko-peko ini sering bernuansa seperti ekspresi anak kecil. Maka akan terdengar aneh bila orang dewasa mengucapkan “watashi wa peko peko desu". Biasanya, peko-peko harus disertakan dengan kata “onaka ga", jika ingin mengekspresikan lapar.

Peko-peko ini termasuk onomatope yang memiliki banyak makna dalam penggunaannya, selain lapar atau perut yang kosong. Peko-peko bisa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang menganggukkan kepalanya berkali-kali saat minta maaf kepada orang yang ditakuti seperti atasan, klien, dsb. Selain itu, pepo-peko juga menggambarkan suara plat logam yang penyok karena ditekan. 😀😀

Contoh kalimat

あさからなにべていなくて、おなかがペコペコです。 
Asa kara nani mo tabete i nakute, onaka ga peko-peko desu. 
Dari pagi belum makan apa pun, lapaaaaar. 

社長しゃちょうしかられて、かれはずっとあたまペコペコつづけた。 
Shachoo ni shikararete, kare wa zutto atama o peko-peko sage tsuzuketa.
Dia menundukkan kepalanya terus-menerus karena dimarahi bosnya. 

このブリキのおもちゃは、すとペコペコおとがします。 
Kono buriki no omocha wa osu to peko-peko oto ga shi-masu. 
Mainan dari pelat ini mengeluarkan suara penyok kalau ditekan.