PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS WKWKJAPAN 2020

finalis_lomba_2020, juara, lomba_2020Juara, Lomba Menulis, ★kelas kita (クラスでの活動)

Ada yg bilang “hadiahnya sepele cuma 500rb doang, gak ada gunanya di Jepang”. Ya, mungkin betul. Tapi, kali ini kami gak bermaksud utk memberikan sesuatu kpd kalian, malah kami yg minta bantuan kepada kalian. Dan, akhirnya, terkumpul 39 karya yg ditulis oleh 39 orang yang mau sukarela nge-share kisah2nya kepada kalian. Sebelumnya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para perserta lomba kali ini! Setiap karya akan di-share di sini juga. mohon ditunggu.

Lalu, kita sudah melalui dua tahap voting untuk memilih juara. Pihak admin juga sudah mempertimbangkan penilaian seobjek mungkin selama periode penerimaan naskah.

Oke deh, merekalah pemenang lomba menulis artikel wkwkjapan 2020!!!

Juara 1

Nama: Ega Arisandi

Skor: 424 poin = 236 (skor admin) + 145 (voting 1) + 43 (voting 2)

Artikel: “Tidak [BELUM] pergi ke Jepang, tapi belajar bahasa Jepang. Kenapa tidak?"

Komentar dari Tanaka

Ega, selamat! Akhirnya, kamulah keluar sebagai juara nomor 1 dari 39 peserta lomba menulis wkwkjapan kali ini.

Kamu sudah menulis perjuangan seekor nyamuk yang langsung beraksi tanpa ragu, dan kalo gagal, mau coba lagi (benar nyamuk yg menyerang manusia bgt wkwk). Gerakan positif ini akan memjadi contoh yang baik buat kita yang sering tong kosong doang tanpa aksi atau gerakan. Walau terkadang jalanmu tidak pintas bahkan bisa dikatakan kurang efektif, jalanmu sudah kelihatan tetap maju dengan mengembangkan hubungan manusia antara teman2mu atau beliau yg berinisial TK wkwk. Sikapmu yang ditulis dalam artikel kali ini akan menginspirasi teman2 yang mau atau lagi ngejar setiap mimpi. Tapi, Uni. kayanya storymu juga baru mulai. Kami tunggu dulu kisah nyamuk yg sukses dalam chapter II-nya juga ya.

Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati

Ega san, selamaaaaat! Cerita yang menarik dan bisa jadi sumber motivasi. Senang melihat kegigihan semangat Ega san mengejar impian. Mungkin saat ini bukan “tidak terkabul", hanya “tertunda" saja. Jangan patah semangat! Saya beberapa kali membaca tulisan Ega san, cukup enak diikuti alurnya dan saya rasa Ega san pintar mengolah kata. Hanya saja dari segi penulisan, Ega san masih perlu meningkatkan kemampuan menulis yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa Indonesia.

Juara 2

Nama: Katao Moi

Skor: 395 poin = 226 (skor admin) + 149 (voting 1) + 20 (voting 2)

Artikel: “Lemon"

Komentar dari Tanaka

Nah, tipe penulisan gaya ini baru pertama kali muncul dalam lomba menulis wkwkjapan selama ini. Gayanya, seperti novel profesional benaran, dan ternyata isinya juga tidak kalah menarik dibanding dengan gaya penulisannya.

Ceritanya baper dan lebay bgt tapi dengan berbagai ekspresi literatur termasuk kutipan lirik, dsb, sehingga kita tidak bosan tertarik jalan ceritanya. Dan, klimaks dengan penuh kejutan. Luar biasa.

Saya harap walaupun seandainya kamu gak menemukan lemon di sana tp buah yang lain akan ditemukan setelah sukses menginjakkan kakinya ke Jepang.

Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati

Katao Moi san, selamat! Cara penyampaian ceritanya menarik. Meskipun akhir ceritanya agak menyedihkan, saya cukup terhibur membaca sebelum bagian akhirnya.

Juara 3

Nama: Yuni Sudarsih

Skor: 340 poin = 224 (skor admin) + 111 (voting 1) + 5 (voting 2)

Artikel: “Melalui Bahasa, Ku Temukan Cinta (Chapter 2)

Komentar dari Tanaka

Pertama, kami gak nyangka loh capter IInya kisah cinta sama pacar org Jepang part II juga ^^; kamu hebat ya ^^;.

Btw, dalam artikel kali ini, kamu sudah menggambarkan setiap gerakan kekasihmu sekaligus perasaanmu sengan teliti, dan menunjukkan juga justru komunikasi yg suka terhambat atau kesalahpahaman juga bisa menjadi pemicu kalo soal cinta.. Mungkin saja ini akan menjadi contoh atau referesi yg baik dan nakal buat para pejuang pasangan org Indonesia dan org Jepang wkwk. tapi, saya merasa dikit kasihan juga sama pacar2mu soalnya kamu blakblakan bgt wkwk. Oke, kami akan menunggu chapter III-nya juga untuk tahun depan, tapi semoga saja pacar nomor IIInya tidak hadir lagi wkwk

Komentar dari Kinanthi Ayu Larasati

Yuni san, selamat! Ketemu lagi ^^ Agak terkejut juga membaca kelanjutan cerita yang tak terduga ini. Ceritanya menarik, bisa memberi gambaran untuk mereka yang sama sekali belum pernah bergaul langsung dengan “orang Jepang asli". Selain itu daftar kosakata tentang pernak-pernik cinta saya rasa akan disukai oleh para j****. Semoga tahun depan kalau ada chapter 3 tokoh pendampingnya nggak ganti lagi ya…

Selamat untuk para pemenang 🎉👏👏👏

Data Skor dari Admin dan Voting dari Member

Penutup dari Kinanthi Ayu Larasati

Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan karyanya pada lomba menulis artikel kali ini. Terus terang, karya-karya yang ada cukup membuat saya pusing untuk memberi penilaian. Banyak karya yang menarik. Dari membaca artikel yang kalian kirimkan, saya jadi mendapat wawasan baru. Cara belajar yang tidak terpikirkan oleh saya, atau pengalaman-pengalaman yang bisa memperkaya wawasan saya. Secara umum, ada 1 hal yang membuat saya merasa prihatin dan gemas, yaitu banyaknya kesalahan penggunaan kaidah bahasa Indonesia. Memang sih, artikel itu bukan skripsi yang harus ditulis dengan bahasa baku 100%, tapi paling tidak, tulislah dengan kaidah yang benar. Misalnya dengan menempelkan -ku, -mu, -nya pada kata yang di depannya, atau menempelkan imbuhan ke kata yang mengikuti dan diikutinya. Selain itu, gunakan tanda baca yang sesuai, agar mempermudah pembaca memahami apa yang ingin disampaikan. Kalau ingin melihat penulisan dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik, simaklah cara penulisan Tanaka Sensee saat menyampaikan materi (bukan di komentar ya… :D) Saya mengikuti grup ini sejak awal pembentukannya, dan selama itu pula, saya belum pernah melihat beliau salah menggunakan 'di’ sebagai kata depan dan awalan. Yuk, kita terus mendalami bahasa Jepang, tapi jangan sampai mengabaikan bahasa sendiri. Jangan sampai terlena dan berpikir, “Ah, orang Indonesia pasti bisalah berbahasa Indonesia." Hmm, tidak semudah itu, Ferguso… 😀

Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba menulis artikel yang berhubungan dengan Jepang tahun ini. Perlu usaha khusus bagi saya untuk membaca seluruh karya yang masuk. Karena:

Pertama, jumlah karyanya banyaaak… dan bertepatan saya lagi kejar tenggat koreksian terjemahan model “hari ini terima naskah, besok setor koreksian". Tapi lumayan, membaca karya-karya kalian bisa jadi selingan…

Kedua, banyak salah ketik, salah pemakaian kaidah bahasa Indonesia, yang membuat saya terseok-seok membacanya. Baru dapat dua kosakata sudah salah tata bahasa. Lewat… ganti karya berikutnya… Karya berikutnya, dilihat sepintas penggunaan tanda bacanya kacau. Lewat… Ganti karya berikutnya… ketemu kata “merubah". Aduuuh…. Pada karya yang lain, saya banyak menemukan kesalahan penulisan imbuhan dengan spasi yang tidak perlu seperti “ku perhatikan", “diterima nya", dsb. Kyaaaa…. Akhirnya saya menghabiskan beberapa jam di hari pertama untuk membaca seluruh karya, dengan perut dan kepala berdenyut-denyut…

Namun saya harus memberi penilian dengan proporsional. Karena itu, setelah beberapa hari bisa meredakan debaran jantung saya baca kembali seluruh karya yang masuk. Abaikan seluruh tantangan di atas. Cari saja yang yang ceritanya menarik, original, cara penyampaiannya kreatif, dan yang menurut saya bisa diambil manfaatnya oleh member lain. Baru setelah dikerucutkan ke babak voting, saya cermati pemakaian kaidah bahasa Indonesianya. Dan saat saya baca ulang sekali lagi untuk memberi penilaian akhir.

Setelah saya setor nilai ke Tanaka Senseei, iseng saya cari karya yang menggunakan “di" sebagai awalan dan kata depan dengan tepat. (saya nggak baca ulang, hanya pakai Ctrl F dan ketik “di"). Dengan cara sederhana itu, saya menemukan hanya Adam Prasetyo Harsono yang pemakaiannya “di"-nya bagus.

Semoga kalau ada lomba mengarang lagi lain kali, hal ini bisa lebih diperhatikan. Terima kasih. Sekali lagi, selamat untuk yang menang dan bagi yang belum menang, jangan patah semangat!! Salaaaam…