ゴロゴロ (GORO-GORO) dalam Bahasa Jepang

GIONGOKotoba, Onomatope

Yuhuuuuuuuuuu!!! 😉😉😉

Pernahkah kalian memperhatikan kucing? Untuk pencinta kucing pasti pernah ya, dan tahu bahwa kucing adalah salah satu hewan yang sering mendengkur. Ituloh yang suaranya “purr purr", yang biasa mereka keluarkan saat manja-manja sama kita hihi. Di Jepang dengkuran kucing bukan “purr purr" melainkan ゴロゴロ (goro-goro).

Onomatope Goro-goro

ONOMATOPE

ゴロゴロ
GORO-GORO
Bermalas-malasan / Mendengkur / Menggelegar

Eh iya, selain manja, kucing juga termasuk hewan yang suka bermalas-malasan. Nah, ternyata goro-goro sering juga digunakan untuk mewakili orang yang sedang membuang-buang waktu atau bermalas-malasan (biasanya suka berbaring dan berguling), dan sedikit melakukan gerakan berulang-ulang sambil malas tanpa tujuan apa-apa. Seperti liburannya para jomblo wkwk 😆😆

Tambahan, goro-goro adalah salah satu onomatope yang banyak penggunaannya. Jadi selain mewakili dengkuran kucing dan keadaan bermalas-malasan, goro-goro ini bisa digunakan untuk mewaliki bunyi gemuruh petir (guntur) dan bunyi perut yang keroncongan. Goro-goro termasuk dalam jenis Onomatope Giongo, walau bisa digunakan untuk mewakili keadaan bermalas-malasan tapi pada dasarnya goro-goro tetaplah berasal dari sebuah bunyi yang menjadi sebuah kata.

Contoh kalimat

ネコゴロゴロのどをらしています。
Neko ga goro-goro nodo o narashite i-masu.
Kucingnya mendengkur

今日きょうやすみなので、いえで、一日中いちにちじゅうゴロゴロしていました。そうです。わたしはジョンブロです。
Kyoo wa yasumi nano de, ie de, ichinichijuu goro-goro shite i-mashita. Soo desu. Watashi wa Jomblo desu.
Karena hari ini libur, saya seharian bermalas-malasan di rumah. Ya gitulah, jomblo soalnya.

カミナリゴロゴロ っています。こわいよー。
Kaminari ga goro-goro natte i-masu. Kowai yoo.
Petirnya menggelegar. Takut banget.