Meminang Kanji (Karya Lomba Menulis 2021)

lomba_2021Lomba Menulis, Semangat Pejuang Bahasa Jepang, ★kelas kita (クラスでの活動)

Hadirnya cinta kadang tidak dapat disadari, begitupula dengan kecintaan saya terhadap budaya Jepang. Salah satunya huruf kanji. Kanji merupakan salah satu huruf yang digunakan dalam bahasa jepang. Pada mulanya, kanji berasal dari China. Takebe (dalam Renariah, 2002) menyebutkan kanji masuk ke Jepang sekitar abad ke 4-5, yang kemudian di kembangkan menjadi huruf hiragana dan katakana. Huruf ini memiliki karakteristik yang unik, baik dari segi cara penulisan maupun cara membaca.

1. Pertemuan pertama

Kesan pertama, sulit dilupakan. Begitulah peribahasa yang lazim kita dengar. Pertemuan pertama dengan huruf kanji ini bermula ketika membaca artikel mengenai budaya jepang di salah satu media online. Saat itu saya terkejut, karena yang saya tahu huruf jepang hanya hiragana dan katakana. Namun di artikel tersebut dijelaskan bahwa kanji pun merupakan salah satu huruf yang di digunakan dalam bahasa jepang. Wah, luar biasa! Ternyata huruf jepang sangat variatif dan menarik.

2. Mulai saling mengenal

Indah, unik, menarik. Kesan itu langsung terlintas di benak saya ketika mengamati rentetan huruf huruf kanji. Dengan berbekal media internet, jari jari saya langsung lincah mencari sebanyak mungkin referensi mengenai kanji. Sampai menemukan sebuah artikel yang di tulis Dea Pramita di Kompasiana yang menjelaskan tentang filosofi kanji.

Dalam tulisannya beliau mencontohkan kanji 川 (kawa) yang berarti sungai. Goresan kanji ini mengilustrasikan bentuk sungai yang panjang dan meliuk, mewakili pemikiran orang jepang bahwa itu adalah sungai. Mengetahui bahwa setiap goresan kanji memiliki filosofi yang unik dan menarik, membuat saya sangat terkesan dan ingin mencari referensi lebih banyak lagi tentang kanji.

3. Hadirnya cinta

Seiring dengan banyaknya artikel kanji yang saya baca, kecintaan terhadap kanji pun meningkat. Tidak hanya ingin mengenal kanji, saya pun sangat ingin mempelajari lebih dalam lagi tentang kanji. Masih dengan bermodal internet, saya pun mencoba berlatih menulis dan mempelajari cara membaca kanji.

4. Sempat ingin menyerah

Ternyata kanji itu susah. Mempelajari kanji tidak semudah yang saya fikir. Kanji memiliki banyak cara membaca, biasa di sebut on-yomi (cara baca orang China) dan kun-yomi (cara baca orang Jepang).Untuk pemula yang hanya mengandalkan internet sebagai bahan belajar, kanji itu rumit. Saya kesulitan mengingat bentuk kanji, juga sulit menentukan cara membaca ketika kanji itu bergabung dengan kanji lain. Rasanya ingin menyerah saja.

5. Memulai mimpi bersama

Tapi menyerah bukan pilihan yang baik. Keinginan untuk mempelajari kanji, berkembang lebih luas. Saya tidak hanya ingin mempelajari kanji,tapi juga ingin belajar bahasa jepang. Suatu hari nanti ingin pergi ke Jepang! Demi mencapai impian itu, saya pun memutuskan untuk mencari guru bahasa dan memulai kursus bahasa jepang.

Beruntung, bahagia sekali saya bertemu dengan sensei yang berkompeten. Cara mengajarnya yang menyenangkan membuat semangat untuk belajar bahasa kembali hidup. Langkah awal untuk mewujudkan mimpi sudah dimulai. Kanji, maukah engkau menemaniku mewujudkan mimpi itu?

Daftar Pustaka

  • Renariah. 2002. Bahasa Jepang dan Karakteristiknya. Bandung : Universitas Kristen Maranatha. Vol 1 No 2.
  • Pramita, Dea. 2010. Memahami Arti Cinta Lewat Kanji. https://www.kompasiana.com. (diakses tanggal 7 Februari 2021).

Penulis: Selvy Nurmala Sari