Salam Perpisahan -Selamat Jalan, Selamat Tinggal, dll- dalam Bahasa Jepang

Materi Bahasa Jepang SMA Kelas X, N5Percakapan, Salam

 

Salam Perpisahan dalam Bahasa Jepang

Terdapat lagu Indonesia yang berbunyi “sayonara, sayoonara, sampai berjumpa lagi♪”. Nah, rupanya ucapan “sayonara” yang berarti “sampai jumpa lagi” dalam bahasa Jepang telah diakui oleh dunia internasional. Namun, sebenarnya makna dan penggunaan “sayonara” di Jepang lumayan terbatas dan tidak selalu dapat disamakan dengan ucapan “sampai jumpa lagi” dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, sistem ucapan salam dalam bahasa Jepang tidak sama dengan bahasa Indonesia yang memiliki kata khusus untuk menyatakan salam seperti “selamat”. Misalnya, dalam bahasa Indonesia, ucapan salam dapat dibuat dari kata “selamat" dengan kata lain seperti “selamat pagi”, “selamat tidur”, dsb, sedangkan salam bahasa Jepang tidak memiliki sistem aturan seperti “selamat + kata lain” sehingga ucapan salam perpisahan seperti “selamat tinggal” atau “selamat jalan” pun harus diekspresikan dengan ala bahasa Jepang.

Sebenarnya, bahasa Jepang memiliki sangat banyak ucapan untuk menyampaikan salam perpisahan dalam kehidupan sehari-hari. Kali ini kita akan mempelajari beberapa ekspresi salam perpisahan yang mewakili. Tetapi, kita jangan sampai “buat apa susah” yak karena “susah itu tak ada gunanya♪” ^^; Kuuy.

 

 

Salam Perpisahan dalam Bahasa Jepang Secara Sopan

 

Sampai Jumpa Lagi dalam Bahasa Jepang

Ucapan

 さようなら (さよなら)*。 
 Sayounara (Sayonara)*. 
 Sampai jumpa lagi / Selmat jalan / Selamat tinggal. 

*Dibaca “sayoonara" tetapi ditulis さ(sa)よ(yo)う(u)な(na)ら(ar)

 

Penjelasan

Pada dasarnya, “sayounara” atau “sayonara” digunakan untuk menyampaikan salam perpisahan kepada lawan bicara secara sopan. Namun, sebenarnya penggunaan sayounara dan sayonara sangat tebatas dan tergantung pada situasi.

Biasanya, ucapan “sayounara” atau “sayonara” digunakan antara guru dengan murid dalam lingkungan sekolah secara rutin setiap hari, atau terkadang digunakan juga dalam lingkungan tetangga. Selain itu, ucapan ini dapat digunakan sebagai salam perpisahan untuk selamanya seperti saat berpisah dengan seseorang yang kemungkinan besar tidak akan kembali atau bertemu lagi. Misalnya, saat mengucapkan selamat jalan kepada almarhum, seorang berangkat ke medan perang untuk mengorbangkan jiwa demi tanah air, atau saat putus hubungan dengan pacar, dsb.

Sebenarnya, ucapan “sayounara” dan “sayonara” sering digunakan sebagai salam perpisahan secara umum pada zaman dulu sampai menjelang Perang Dunia Ke-dua. Namun, pada zaman sekarang, ucapan salam perpisahan untuk kehidupan sehari-hari di Jepang lebih sering diucapkan dengan ucapan salam perpisahan lain yang akan dijelaskan di bawah ini.

 

Asal Usul Ucapan “Sayounara”

Sebenarnya, ucapan “sayounara” terbuat dari bagian “左様さよう (sayou)” dan “なら (nara)”. “Sayou” memiliki makna “begitu”, atau “demikian”, sedangkan kata penghubung “nara” menunjukkan pengandaian (kalau). Pada zaman Edo di Jepang, awalnya ucapan “sayounara” digunakan untuk mengucapkan “kalau begitu…”, dan kata “sayounara” disambung dengan frasa “ごきげんよう (gokigenyou)” yang menyatakan salam “semoga baik-baik saja” untuk mengucapkan ucapan salam perpisahan pada saat itu. Jadi, pada zama Edo di Jepang, “さようなら、ごきげんよう(sayounara, gokigenyou)” yang digunakan untuk mengucapkan salam perpisahan sebagai ucapan “kalau begitu, semoga baik-baik saja (sampai jumpa lagi)”. Namun, pada zaman sekarang, bagian “gokigenyou” telah dipisahkan dari “sayounara gokigenyou” sehingga “sayounara” saja diucapkan untuk salam perpisahan sampai serakang.

 

 

Salam Perpisahan di Antara Orang yang Ditinggal Dan Orang yang Pergi

 

Selamat Jalan dalam Bahasa Jepang

Ucapan

 いってきます。 
 Itte ki-masu. 
 Saya berangkat yah / Pergi dulu yah. 

 

Penjelasan

Ucapan salam “Itte ki-masu” diucapkan oleh orang yang akan berangkat dari rumah ke tempat lain kepada anggota yang ditinggal di rumah. “Itte ki-masu” sangat lazim diucapkan saat anak-anak berangkat ke sekolah atau pergi main ke luar dari rumah, atau anggota keluarga berangkat ke kantor dari rumah.

 

Selamat Tinggal dalam Bahasa Jepang

Ucapan

 いってらっしゃい。 
 Itte rasshai. 
 Selamat jalan. 

 

Penjelasan

Sedangkan, ucapan salam “itte rasshai” diucapkan oleh orang yang ditinggal di rumah kepada anggota yang akan berangkat dari rumah. Umumnya, ibu rumah tangga menyambut keberangkatan anggota keluarga dengan ucapan “itte rasshai”.

 

Selamat Jalan dan Selamat Tinggal di Kantor

Ucapan

 いってきます / いってまいります。 
 Itte ki-masu. / Itte mairi masu. 
 Saya berangkat (dari tempat kerja ke tempat lain saat jam kerja). 

 

Ucapan

 いってらっしゃい(ませ)。 
 Itte rasshai-(mase). 
 Selamat jalan (dari tempat kerja ke tempat lain saat jam kerja). 

 

Penjelasan

Penggunaanya sama dengan “itte ki-masu” dan “itte rasshai” yang telah dijelaskan di atas. Hanya saja, ucapan di kantor umumnya diucapkan secara sopan. Misalnya, “mairi-masu” adalah bahasa hormat dari “ki-masu”, sedangkan akhiran “mase” dari “itte rasshai mase” juga menunjukkan rasa sopan kepada lawan bicara.

 

 

Selamat Tidur sebagai Salam Perpisahan

Ucapan

 おやすみなさい。 
 Oyasumi nasai. 
 Selamat tidur / Selamat malam. 

 

Penjelasan

Pada umumnya, ucapan “oyasumi nasai” diucapkan untuk menyatakan “selamat tidur” pada saat pembicara ingin tidur. Namun, ucapan ini dapat digunakan juga sebagai salam perpisahan saat pembicara berpisah dengan lawan bicara pada malam hari. Dengan kata lain, “konbanwa” digunakan sebagai salam pertemuan pada malam hari, sedangkan “oyasumi nasai” digunakan sebagai salam perpisahan pada malam hari.

 

 

Salam Perpisahan Saat Minta Pamit

Ucapan

 それではしつれい{します / いたします}。 
 Sore dewa shitsurei { shi-masu / itashi-masu }. 
 Permisi, saya minta pamit dulu. 

 

Penjelasan

Jika ingin minta pamit secara sopan, gunakanlah “sore dewa shitsurei shi-masu” untuk menyatakan “permisi, saya minta pamit dulu” dengan sopan. Ungkapan ini dapat digunakan secara umum. Makna asal dari “sore dewa” hampir sama dengan “sayounara” yang telah dijelaskan di atas, yaitu “kalau begitu”. “Kalau begitu” di sini dapat diartikan sebagai “permisi” dan “shitsurei shi-masu” menyatakan “minta pamit”. Sedangkan, “Itashi-masu” adalah bahasa hormat dari “shi-masu”. Ungkapan “Sore dewa shitsurei itashi-masu” lebih sopan daripada “sore dewa shiturei shimasu” sehingga tepat digunakan kepada orang yang dihormati seperti atasan atau tamu saat bekerja.

 

 

Salam Perpisahan Secara Singkat

Ucapan

 それでは。 
 Sore dewa. 
 Permisi (dan sampai jumpa). 

 

Penjelasan

Seperti telah di jelaskan di atas, makna asal dari “sore dewa” hampir sama dengan “sayonara”, yaitu “kalau begitu”. Jadi, setelah frasa “sore dewa”, sebenarnya terdapat frasa lain yang tersembunyi seperti “ongenki de (semoga sehat-sehat saja)”, “gokigen you (semoga baik-baik saja)”, atau “shitsurei shi-masu (minta pamit)”. Ucapan “Sore dewa” secara tunggal dapat digunakan sebagai “permisi” saat ingin berpisah dengan lawan bicara secara umum dan singkat.

 

 

Ucapan

 では。 
 Dewa. 
 Permisi (dan sampai jumpa). 

 

Penjelasan

Ucapan “dewa” adalah kata singkatan dari “sore dewa”. Penggunaannya juga hampir sama dengan “sore dewa” yang telah dijelaskan di atas.

 

 

Ucapan

 では、また。 
 Dewa mata. 
 Pemisi, dan sampai jumpa lagi. 

 

Penjelasan

Ucapan “dewa mata” yang terbuat dari “dewa” yang menyatakan “permisi” dan “mata” yang memiliki makna “lagi” digunakan untuk mengucapkan salam perpisahan “permisi, dan sampai jumpa lagi” secara singkat.

 

 

Salam Perpisahan Secara Singkat Dan Akrab

Ucapan

 それじゃあ。 
 Sore Jaa. 
 Permisi (dan sampai jumpa). 

 

Penjelasan

“Sore jaa” adadah ucapan informal dari “sore dewa” yang menyatakan “permisi”. Artinya sama dengan “sore dewa”, tetapi “sore jaa” sedikit lebih akrab daripada “sore dewa”.

 

 

Ucapan

 じゃあ / じゃあね。 
 Jaa / Jaa ne. 
 Permisi (dan sampai jumpa / dada). 

 

Penjelasan

“Jaa” adadah ucapan informal dari “dewa” yang menyatakan “permisi”. Artinya sama dengan “jaa”, tetapi “jaa” lebih akrab daripada “dewa”. Ucapan “jaa” tepat digunakan kepada teman atau rekan tetapi tidak tepat kepada orang yang seharusnya dihormati oleh pembicara seperti guru, atasan, tamu, atau usianya lebih tua daripada pembicara.
Penggunaan “jaa ne” juga sama seperti “jaa”. Namun, jika dibandingkan dengan “jaa”, “jaa ne” lebih bernuansa akrab daripada “jaa”. Sebaiknya, “jaa ne” diucapkan kepada teman atau rekan akrab saja.

 

 

Ucapan

 じゃあまた。 
 Jaa mata. 
 Pemisi (dan sampai jumpa lagi). 

 

Penjelasan

“Jaa mata” adadah ucapan informal dari “dewa mata” yang menyatakan “permisi”. Artinya sama dengan “dewa mata”, tetapi “jaa mata” sedikit lebih akrab daripada “dewa mata”.

 

 

Ucapan

 またね。 
 Mata ne. 
 (Sampai jumpa) Lagi. 

 

Penjelasan

Ucapan “mata ne” juga dapat diucapkan sebagai salam perpisahan. “Mata” yang memiliki makna “lagi” menunjukkan lain waktu untuk bertemu lagi kepada lawan bicara. Jadi, sebenarnya “mata ne” menyatakan “mata [ai mashou] ne” yang berarti “[mari bertemu] lagi lain waktu”. Ungkapan ini hanya dapat digunakan kepada teman atau rekan akrab saja.

 

 

Salam Perpisahan yang Waktu Pertemuan Berikutnya Telah Ditentukan

Pola Kalimat

 (では/じゃあ) また [waktu: ashita / raishuu / kondo, dsb]。 
 (Dewa / jaa) mata [waktu: ashita / raishuu / kondo, dsb]. 
 Sampai jumpa [waktu: besok / minggu depan / lain kali, dsb]. 

 

Penjelasan

Jika pembicara telah mengetahui kapan akan bertemu lagi dengan lawan bicara setelah berpisah, gunakanlah pola kalimat “mata + [waktu yang akan bertemu lagi]” sebagai salam perpisahan. Ungkapan ini adalah bahasa Informal, dan tepat digunakan kepada orang dekat dengan pembicara seperti teman, atau rekan. Jika ingin menggunakan pola kalimat secara sopan, bubuhkanlah frasa “oai-shimashoo” yang menyatakan “mari bertemu ” pada akhir kalimat.

Setiap contoh sebagai berikut di bawah ini.

Contoh

Secara Singkat

(では/じゃあ) またあした。
(Dewa / Jaa) Mata ashita.
Sampai jumpa besok.

(では/じゃあ) またあさって。
(Dewa / Jaa) Mata asatte.
Sampai jumpa lusa.

(では/じゃあ) また3かご。
(Dewa / Jaa) Mata mikka-go.
Sampai jumpa 3 hari lagi.

(では/じゃあ) また1じかんご。
(Dewa / Jaa) Mata ichi-jikan-go.
Sampai jumpa 1 jam lagi.

(では/じゃあ) またらいしゅう。
(Dewa / Jaa) Mata raishuu.
Sampai jumpa minggu depan.

(では/じゃあ) またらいねん。
(Dewa / Jaa) Mata rainen.
Sampai jumpa tahun depan.

(では/じゃあ) またこんど。
(Dewa / Jaa) Mata kondo.
Sampai jumpa lain waktu.

 

Secara Sopan

(では) またあしたおあいしましょう。
(Dewa) mata ashita oai shimashoo.
Sampai jumpa besok.

(では) またあさっておあいしましょう。
(Dewa) mata asatte oai shimashoo.
Sampai jumpa lusa.

(では) またこんどおあいしましょう。
(Dewa) mata kondo oai shimashoo.
Sampai jumpa lain waktu.

 

 

Salam Perpisahan yang Diserap dari Bahasa Inggris

Seperti bahasa Indonesia, bahasa Jepang juga memiliki banyak kata serapan dari barat khususnya bahasa Inggris.

Ucapan

 バイバイ。 
 Bai Bai. 
 Dada / Bye. 

 

Penjelasan

“Bai bai” adalah kata serapan dari “bye” dalam bahasa Inggris. Ucapan ini sering diucapkan oleh kaum muda dalam percakapan sehari-hari.

 

Ucapan

 グッバイ。 
 Gubbai. 
 Good bye. 

 

Penjelasan

“Gubbai” juga kata serapan dari bahasa Inggris “good bye”. “Gubbai” kurang banyak digunakan jika dibandingkan dengan “bai bai”.

 

 

Salam Perpisahan Agak Kolot yang Mulai Punah

Ucapan

 さらば。 
 Saraba. 
 Selmat jalan / Selamat tinggal. 

 

Penjelasan

Ucapan “saraba” yang berasal dari “osaraba” mulai digunakan di antara masyarakat kota pada zaman Edo. Asal makna dari “saraba” juga sama dengan “sayounara”, yaitu “kalau begitu”. Sebenarnya, ucapan ini sudah jarang digunakan pada zaman sekarang dalam kehidupan sehari-hari. Namun, “saraba” masih dapat terdengar dalam lagu Jepang seperti “Space Battleship Yamato” atau “Subaru” pada zaman sekarang juga.

 

“Space Battleship Yamato”

さらば地球ちきゅう旅立たびたふね宇宙戦艦うちゅうせんかんヤマト♪
Saraba, chikyoo yo, tabitatsu fune wa uchuu-senkan “Yamato” ♪
Selamat tinggal, bumi ini. Space Battleship Yamato akan berangkat ke perjalanan ♪

 

“Subaru”

われく。さらば、スバルよ♪
Ware wa yuku. Saraba, Subaru yo♪
Aku akan pergi. Selamat tinggal, Pleiades (gugus bintang)♪

 

 

Ucapan

 あばよ。 
 Abayo. 
 Selmat jalan / Selamat tinggal. 

 

Penjelasan
Ucapan “abayo” juga mulai digunakan pada zaman Edo. Namun, ucapan ini juga sangat jarang terdengar pada zaman serakang. Asal usul ucapan “abayo” kurang jelas, tetapi, katanya ucapan ini berasal dari “anbai you” yang memiliki makna “semoga sehat-sehat saja”.

 

 

Salam Perpisahan dalam dialek Kansai (Osaka)

Ucapan

 (ほな) さいなら。 
 (Hona) Sainara. 
 Sampai jumpa lagi. 

 ほなね。 
 Hona ne. 
 Sampai jumpa lagi. 

 

Penjelasan

“(Hona) Sainara” adalah dialek Kansai (bagian barat pulau Honshu) yang menyatakan “sore dewa sayounara (sampai jumpa lagi)”. “Hona" memiliki makna “sore dewa / dewa / jaa”, sedangkan “sainara” berasal dari “sayounara”. Pada zaman sekarang, ucapan ini tidak banyak digunakan meskipun daerah Kansai. Selain itu, terdapat ucapan “hona ne” yang berasal dari “jaa ne”. Ucapan ini masih sering digunakan di antara masyarakat Kansai.

 

 

Salam Perpisahan Bahasa Gaul

Pada dasarnya, salam perpisahan gaul di bawah hanya digunakan dalam komunitas tertentu, generasi tertentu, atau musim (tren) tertentu. Sebaiknya tidak diucapkan kepada orang umum secara umum.

Ucapan

 さよならっす。 
 Sayonaras-su. 
 Sampai jumpa lagi. 

 

Penjelasan

Terkadang terdapat kaum muda yang suka membubuhkan akhiran “su” yang berasal dari “desu” atau “masu” pada setiap salam secara feeling. Misalnya, sayonaras-su, ohayoos-su, atau konnichiwas-su. Sebenarnya, “desu” dan “masu” menunjukkan kesopanan. Namun, penggunaan di atas tidak sah dan sangat keliru dari sisi tata bahasa sehingga tidak menunjukkan kesopanan secara umum. Sebaiknya tidak diucapkan kepada orang umum secara umum.

 

Ucapan

 ちゃいちゃい。 
 Chai chai. 
 Dada. 

 

Penjelasan

Salam perpisahan “Chai chai” adalah bahasa gaul yang diucapkan oleh ABG, khususnya siswi SMA pada tahun 2010. Rupanya, “chai chai” terbuat dari ucapan “bai bai” dicampur dengan “baicha”.

 

 

Ucapan

 どろん。 
 Doron. 
 Dada / kabur. 

 

Penjelasan

“Doron” juga bahasa gaul yang diucapkan oleh ABG, khususnya siswi SMA pada tahun 2011. Sebenarnya, makna asal dari “doron” adalah “kabur”. Kata ini terbuat dari tiruan bunyi dari drum saat hantu tiba-tiba menghilang di atas panggung seni tarian tradisional khas Jepang, yaitu Kabuki.

 

 

Ucapan

 バイバイキン / バイバイキーン。 
 Baibaikin / Baibaikiin. 
 Sampai jumpa lagi. 

 

Penjelasan

Anak-anak TK sampai SD kadang-kadang suka menyebut “baibaikin” atau “baibai-kiin” untuk mengucapkan salam perpisahan. Sebenarnya, ucapan ini dipinjam dari frasa salam perpisahan yang sering diucapkan oleh sebuah karakter anmie yang bernama “Baikin-man (Si kuman, lawannya Anpan-man) dalam anime “Anpan-man”. Kata “baibaikin” terbuat dari “baibai” dengan nama “baiKIN-man”. Jika ucapan “baibaikiin” diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, mungkin saja terjemahannya adalah “see you later, alligator” karena hubungan irama “later” dengan “alligator” juga membentuk bagian paronomasia ^^;

baikin-man: yg mencuri roti dg alat tangan dr kanan

 

 

Salam Perpisahan Bahasa Gaul yang Tidak Moderan

Terdapat beberapa salam perpisahan yang dulunya polular tetapi zaman ini telah tidak popular lagi.

Ucapan

 バイナラ。 
 Bainara. 
 Sampai jumpa lagi. 

 

Penjelasan

“Baiara” pernah menjadi populer pada 1970~80-an karena ucapan ini sering digunakan dalam sebuah acara komedi mingguan di TV yang bernama “Kinchan no doko made yaru no”. Ucapan “bai-nara” terbuat dari “BAI bai” dan “sayo NARA”. Oleh karena generasi setegah baya saja yang menggunakan “bainara” sebagai canda pada zaman sekarang, paronomasia semacam ini disebut sebagai “oyaji gyagu (guyonan om-om) di Jepang. Sebaiknya, kita tidak usah ikut gaya om-om di Jepang. Ucapan “bainara” juga hampir punah di Jepang.

 

Ucapan

 ばいちゃ。 
 Baicha. 
 Dada. 

 

Penjelasan

“Baicha” juga pernah menjadi poluler pada zaman 1980-an kerna ucapan ini sering diucapkan oleh seorang karakter utama amine yang bernama “Norimaki Arare” dalam anime “ドクタースランプ アラレちゃん(Dr Slump Arare chan)”. “Dr Slump Arare chan “ ditulis oleh Akira Toriyama yang juga memiliki karya yang sangat terkenal, yaitu “Dragon Ball”. Pada zaman sekarang, ucapan “baicha” juga hampir punah di Jepang. Secara umum, sbaiknya, tidak usah diucapkan lagi kepada siapa saja.

 

 

Salam Perpisahan Saat Pulang dari Kantor ke Rumah

Kepada orang yang Ditinggal di Kantor

Ucapan

 おさきにしつれいします。 
 Osaki ni shitsurei shi-masu. 
 Saya minta pamit duluan. 

 

Penjelasan

“Osakini shiturei shi-masu” diucapkan oleh pembicara yang akan pulang dari kantor ke rumah kepada anggota kantor yang masih bekerja atau tinggal di kantor. Ucapan ini hanya diucapkan oleh pihak yang akan pulang. “Osaki ni shitsurei shi-masu” dapat digunakan kepada siapa saja asal dalam lingkungan kerja. Namun, jika ingin lebih menunjukkan rasa hormat kepada lawan bicara seperti atasan, klien, dsb, gunakanlah “osaki ni shitsurei itashi-masu”.

 

Kepada orang yang Akan pulang ke Rumah

Ucapan

 おつかれさまでした / おつかれさま。 
 Otsukare sama deshita / Otsukare sama. 
 Selamat Pulang ke Rumah / Terima kasih atas usaha dan kerja keras Anda. 

 

Penjelasan

“Otsukare sama deshita” diucapkan kepada lawan bicara yang akan pulang dari kantor ke rumah. Ucapan ini dapat digunakan kepada anggota kantor atau mitra kerja siapa saja, baik rekan sederajat, bawahan, maupun atasan sampai boss Anda. Sedangkan, “Otsukare sama” yang disingkatkan dari “otsukare sama deshita” sebaiknya diucapkan kepada rekan atau bawahan saja tetapi jangan digunakan kepada atasan Anda.

 

Ucapan

 ごくろうさまでした / ごくろうさま。 
 Gokurou sama deshita / Gokurou sama. 
 Selamat Pulang ke Rumah / Terima kasih atas usaha dan kerja keras Anda. 

 

Penjelasan

“Gokurou sama deshita” atau “gokurou sama” juga diucapkan kepada lawan bicara yang akan pulang dari kantor ke rumah. Namun, ucapan ini hanya dapat digunakan oleh tingkatnya lebih tinggi dari lawan bicara seperti atasan, atau klien. Hati-hati, jangan sampai “gokurou sama deshita” salah diucapkan kepada atasan Anda kerena Anda akan dinilai tidak sopan atau tidak tahu sopan santun dan tata krama.

 

Otsukare sama deshita ^^;

 

“Rangkuman Salam Pertemuan dari Pagi sampai Malam dalam Bahasa Jepang" dapat Anda baca di bawah 🙂