~ To (Kalimat Syarat)「と」

KK.Bentuk Kamus, KK.Bentuk Nai, N3, N4-5, toSyarat dan Pengandaian, Tata Bahasa, N3, N4-5, to

PenjelasanKosakataLatihan

 

Pola Kalimat

 Anak Kalimat (B.Kamus / Nai) と、Kalimat Pokok 
 Anak Kalimat (B.Kamus / Nai) to, Kalimat Pokok 
 Jika KK, maka Kalimat Pokok (secara konstan atau umum) 

 

Struktur kalimat

 

Penjelasan

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa jika syarat yang dinyatakan pada kalimat pertama (anak kalimat) terjadi, maka isi yang dinyatakan pada kalimat kedua (kalimat pokok) juga terjadi secara pasti dan berurutan sebagai akibat dari syarat tersebut.

Pada dasarnya, kata penghubung “to” menunjukkan hubungan sebab dan akibat secara konstan atau berurutan seperti fenomena alam, penggunaan mesin, kebiasaan, tata cara, hal yang biasanya pasti terjadi, hal yang terjadi secara berturut-turut, dsb.

Selain itu, “to” tidak dapat digunakan untuk menunjukkan maksud pembicara seperti keinginan, perintah, permintaan, dsb dalam kalimat pokok.

 

1. Non-lampau

1-1. Fenomena Alam

Isi yang dinyatakan pada kalimat kedua terjadi akibat isi yang dinyatakan pada kalimat pertama sebagai femomena alam.

 

雨季うきになると、雨あめが降ふります。
Uki ni naru to, ame ga furi-masu.
Kalau menjadi musim hujan, hujan turun.
*kalau musim hujan, pasti turun hujan secara konstan.

 

春はるになると、桜さくらの花はなが咲さきます。
Haru ni naru to, sakura no hana ga saki-masu.
Kalau menjadi musim semi, bunga sakura mekar.
*kalau musim semi, pasti bunga sakura mekar secara konstan.

 

夜よるになると、暗くらくなります。
Yoru ni naru to, kura-ku nari-masu.
Kalau menjadi malam, menjadi gelap.
*kalau malam, pasti menjadi gelap secara konstan.

 

1-2. Hal yang Terjadi secara Pasti dan Berturut-turut

Dua aksi atau kejadian yang dinyatakan pada kalimat pertama dan kedua terjadi secara pasti dan berturut-turut.

 

ボタンを押おすと、ドアが開ひらきます。
Botan o osu to, doa ga hiraki-masu.
Kalau menekan tombol, pintu akan terbuka.

 

スイッチを入いれると、動うごき始はじめます。
Suicchi o ireru to, ugoki hajime-masu.
kalau menyalakan saklar, akan mulai bergerak.

 

クリックすると、ゲームが始はじまります。
Kurikku suru to, geemu ga hajimari-masu.
Kalau mengklik, game akan dimulai.

 

まっすぐ行いくと、交番こうばんがあります。
Massugu iku to, kooban ga ari-masu.
Kalau jalan lurus, ada pos polisi.

 

右みぎへ曲まががると、学校がっこうがあります。
Migi e magaru to, gakkoo ga ari-masu.
Kalau belok ke kanan, ada sekolah.

 

 

1-3. Kebiasaan, Tata Cara, dsb

Isi yang dinyatakan pada kalimat kedua terjadi secara umum akibat isi yang dinyatakan pada kalimat pertama.

 

たくさん食たべると太ふとります。
Takusan taberu to, futori-masu.
Kalau banyak makan, akan menjadi gemuk.

 

大雨おおあめが降ふると、このあたりは洪水こうずいになります。
Ooame ga furu to, kono atari wa koozui ni nari-masu.
Kalau hujan berat, terjadilah banjir sekitar di sini.

 

しっかり寝ねないと、体からだを壊こわしますよ。
Shikkari nenai to, karada o kowashi masu yo.
Kalau tidak cukup tidur, akan jatuh sakit.

 

2. Syarat dan Maksud Pembicara

Pada dasarnya, “to” tidak dapat digunakan untuk menunjukkan maksud pembicara seperti maksud, keinginan, ajakan, permintaan, dan lain-lain dalam kalimat pokok.

 

Maksud

時間じかんが(×あると/ ○あれば/ ○あったら)、旅行りょこうに行いきます。
Jikan ga (×aru to/ ○are ba/ ○atta ra), ryokoo ni iki-masu.
Jika ada waktu, maka saya akan pergi jalan-jalan.

 

Keinginan

時間じかんが(×あると/ ○あれば/ ○あったら)、旅行りょこうに行いきたいです。
Jikan ga (×aru to/ ○are ba/ ○atta ra), ryokoo ni iki-tai desu.
Jika ada waktu, maka saya ingin pergi jalan-jalan.

 

Ajakan

時間じかんが(×あると/ ○あれば/ ○あったら)、旅行りょこうに行いきませんか。
Jikan ga (×aru to/ ○are ba/ ○atta ra), ryokoo ni iki-masen ka.
Jika ada waktu, bagaimana kalau pergi jalan-jalan?

 

Permintaan

時間じかんが(×あると/ ○あれば/ ○あったら)、旅行りょこうに行いってください。
Jikan ga (×aru to/ ○are ba/ ○atta ra), ryokoo ni itte kudasai.
Jika ada waktu, mohon pergi jalan-jalan.

 

 

★Tambahan Pelajaran

3. Lampau (sebab dan akibat yang telah terjadi)

Kata penghubung “to” dapat digunakan untuk menunjukkan penemuan, kebiasaan, atau kejadian yang terjadi secara berturut-turut pada masa lampau. Pada dasarnya, isi yang dinyatakan pada kalimat kedua terjadi akibat dari yang dinyatakan pada kalimat pertama.

 

Hal yang Terjadi secara Berturut-turut

ボタンを押おすとドアが開ひらいた。
Botan o osu to doa ga hiraita.
Menekan tombol, maka pintu terbuka.

 

窓まどを開あけると、風かぜが入はいってきた。
Mado o akeru to, kaze ga haitte kita.
Membuka jendela, maka angin masuk.

 

Kebiasaan

日本にほんに行いくと、いつも寿司すしを食たべていた。
Nihon ni iku to, itsu mo sushi o tabete ita.
Kalau pergi ke Jepang, saya selalu makan sushi. (pada masa lampau)

 

Penemuan

学校がっこうに行いくと、ケンさんがひとりでいた。
Gakoo ni iku to Ken-san ga hitori de ita.
Saat pergi ke sekolah, (saya menemukan) Ken ada sendirian di sana.

 

部屋へやに入はいると、暖あたたかかった。
Heya ni hairu to, atataka-katta.
Pada saat masuk ke kamar, (saya merasa) suhunya hangat.

 

長ながいトンネルを抜ぬけると、雪国ゆきぐにであった。 *1
Nagai tonneru o nukeru to, yuki-guni de atta.
Begitu keluar dari terowongan yang panjang, maka terdapatlah negeri salju.

*1  sumber dari novel berjudul "Yukiguni" oleh Yasunari Kawabata.  🙂 

 

 

uki: musim hujan
saki-masu: → saku(mekar)
botan: tombol
osu: menekan
hiraki-masu: → hiraku(membuka)
suicchi: saklar
ireru: menyalakan
ugoki: → ugoku(bergerak)
hajime-masu: → hajimeru(mulai)
kurikku suru: mengklik
hajimari-masu: → hajimaru(dimulai)
massugu: lurus
kooban: pos polisi

pos
magaru: membelok
takusan: banyak (kata keterangan)
futori-masu: → futoru(menjadi gemuk)
oo-ame: hujan berat
koozui: banjir
shikkari: cukup, kuat, teguh
karada o kowasu: merusakkan badan → jatuh sakit
nagai: panjang
tonneru: terowangan
nukeru: keluar dari jalan
yuki-guni: negeri salju

 

 

tunggu