JEPANG OH JEPANG (Karya Lomba Menulis 2020)

lomba_2020Lomba Menulis, Semangat Pejuang Bahasa Jepang, ★kelas kita (クラスでの活動)

A. Permulaan

Entah apa atau bagaimana sampai diriku mempunyai ketertarikan dengan negara Matahari Terbit ini.

Anak Indonesia menyukai Jepang pasti berawal dari anime _iya kan?_  kebanyakan para orang tua menyebutnya bukan anime tapi kartun. Tidak jarang pula anak – anaknya ngotot kalau film yang mereka tonton ini bukan kartun tapi anime  _yang memang orang tua tidak tau apa bedanya anime atau kartun. Jadi saat itu semua anime mereka sebut kartun_ 

Seringnya terjadilah perdebatan di antara keduanya. Di mana orang tua kesel TV-nya dibajak oleh film anime yang durasi tanyangnya biasanya lama dan anak yang kesel dengan perkataan orang tua nya,

“Terus aja nonton kartun, kapan dewasanya coba?!”
atau
“Kartun teruss!! PR kerjain tuh!”
Itu sih, yang sering aku denger waktu jalan – jalan sore lumayan seru sih,
_tapi bener lho, kalau ketinggalan film nya beberapa menit aja, pasti jadi gak ngerti alurnya_

Dulu Aku juga tidak menyukai anime karna Aku tidak mengerti dengan jalan ceritanya. Tapi gara – gara di TV film sinetron semua kepaksa deh jadi nonton Naruto. Ada satu alasan yang membuat diriku menyukai anime Naruto dipandangan pertama adalah Sasuke /kok Sasuke ganteng sih >\\</ jadilah diriku merasakan alur perdebatan yang Aku simak _ya, sejak hari itu Aku suka deh sama anime_

B. Aku Ini Otaku atau Wibu

Hari – hari berikutnya Aku jadi memiliki teman yang mengakui fanatik terhadap Jepang. Dia mengatakan dirinya adalah wibu dan berdebat dengan temanku yang satunya yang mengakui dirinya adalah otaku. Wibu, otaku, Aku tidak mengerti dan sampai sekarang pun Aku tidak tertarik untuk mempelajari arti dari dua kata itu.

Setelah itu, Aku jadi suka menggambar. Teman – teman memuji kalau gambar buatanku itu bagus dan mengatakan Aku ini masternya. Itu membuatku riang tapi Aku tidak pernah merasa seperti itu.

Mereka juga mendongengiku mengenai Jepang, dan menambahkan keinginan – keinginan nya yang berkaitan dengan Jepang juga masa depannya,

“Aku ingin pergi ke Jepang dan menikahi seseorang di sana”
“Aku ingin bersekolah di Jepang sekaligus bekerja di sana"

Atau kebanyakan mereka ingin pergi ke Jepang untuk bertemu dengan idolanya dan menjelajahi Negeri Sakura itu pastinya.

Tapi sungguh, bagiku itu agak konyol. Karna kamu tahu, seperti nya teman – temanku itu tidak benar – benar mempunyai niat untuk mewujudkannya. Pekerjaan mereka nonton anime terus. Atau nyanyi lagu berbahasa Jepang di kelas giliran Aku tanya artinya apa,

“Gak tahu Syl, lupa. Tapi yang penting enak kan lagunya"
_Pede banget sih-, gak ada enak – enaknya kalau kamu yang nyanyinya tahu_

Bukannya belajar kanji atau apa gitu sesuatu hal yang berkaitan dengan Jepang. Bisa – bisanya mereka balik nasehatin,

“Santai Syl, kamu belajar aja dulu yang tekun. Pikiranku lagi mumet kalau harus belajar terus,"
“Katanya mau ke Jepang barengan?"
“Nah, itu. Khusus untukku ke Jepang itu gratis Syl"
“Kok bisa?" membulatkan mata, sedikit terkejut
“Kan kamu yang bayarin, Syla kan baik" tertawa keras
Ya ampun harusnya Aku bisa menduga itu. Rasanya puas yah lawakannya berhasil >:(
Pengennya sih marah tapi, untung temen kalau bukan udah Aku tabok_-

C. Jadi Aku yang Mewujudkannya

Aku mulai mempelajari tentang Negara Jepang baik itu tentang kebudayaannya, tentang orang – orang di sana, keunikan dari negara Jepang, bahkan sampai hubungan antar negara Indonesia dan negara Jepang itu sendiri. Cukup panjang jika Aku mempelajari semua itu secara detail. Tapi, Aku menyukainya. Bagiku, Itu sungguh menyenangkan.

Setelah itu, Aku memilih untuk mempelajari bahasa Jepang. Bagaimana tidak. Bukankah, itu salah satu hal yang penting _iya kan?_

Saking niatnya Aku membeli buku – buku mengenai bahasa Jepang (Nihongo) dan juga membuat buku khusus untuk itu.

Aku merangkum materi Nihongo.

Karna Aku tahu, tidak memiliki banyak waktu di rumah, Aku mempelajari Nihongo di sekolah, meskipun ya hanya diriku yang melakukan hal itu. Tidak ada pelajaran bahasa Jepang di sekolahku. Sampai temanku mengatakan,

“Hebat kamu Syl, niat banget pergi ke Jepang"
Aku tersenyum
“Semoga bisa kewujud yah,"
_Aku jadi terharu_

D. Masalahnya

Namun, Aku harus kembali menyempurnakan bahasa Inggris lagi. Sekolah mendesak untuk itu. Sebenarnya, Aku sudah merasa jemu mempelajari bahasa Inggris. Itu bahasa internasional. Semua pelajar pasti mempelajarinya. Jadi, Aku merasa tidak ada istimewanya lagi dengan bahasa Inggris.

Akhirnya Aku menunda pelajaran Nihongo, karna itu, pengetahuanku mengenai Nihongo hanya baru sampai itu – itu saja. Aku cukup sedih karna itu, sebab terlalu banyak hal yang harus Aku lakukan dan yang harus Aku ingat.

Tapi, Aku ingin tetap mempelajari Nihongo. Dan akhirnya, sungguh tidak terduga, Aku kehilangan dalam bahasa Inggris. Nilaiku menurun.

Aku menyadari bahwa ternyata memaksakan kehendak itu tidak selamanya keputusan yang tepat meskipun dengan alasan yang baik.

Lalu temanku meminta agar Aku mundur,

“Sudahlah, mungkin ini karna Syla terlalu fokus pada ambisi mu untuk bisa ke Jepang. Sepertinya akan lebih baik jika Syla menundanya dulu"

“mengapa Aku harus menunda nanti jika Aku bisa melakukannya sekarang juga. Lagi pula, waktu tidak akan pernah menunggu untuk kita!,"

“Mungkin ini bukan waktu yang tepat bagimu, terburu – buru itu tidak baik, Syl! “

Jawaban itu cukup membungkam mulutku. Aku kalah bicara hanya karna kalimat sederhana seperti itu.

Ya, Aku mengerti dia menyemangatiku tapi Aku benar – benar merasa gagal atas keduanya.

Seperti nya untuk kali ini sampai di sini saja dulu ya, jika Aku memiliki kesempatan lagi. 'kan Aku ceritakan tentang kunjungan mahasiswa yang berasal dari Jepang ke sekolahku hari itu.

Maaf yah, bila ada yang tersinggung. Aku hanya ingin berbagi pengalaman denganmu. Semoga saja apa yang Aku tulis tadi mempunyai manfaat untukmu.
Terima kasih yah, atas perhatiannya.

Penulis: Arsyla Raharja