Nagashi Soumen: Dan, Mie pun Mengalir Seiring Deru Air

Oleh Riana IrawatiBudaya & Kehidupan, Makanan Jepang

Kebiasaan di Musim Panas

Wah, sudah masuk bulan Agustus nih teman-teman. Kalau di Indonesia, bulan April sampai September nan panas membara itu sering kita sebut sebagai musim kemarau (kanki, かんき、乾季) ya. Bagaimana kalau di Jepang? Ada yang tahu bulan Agustus yang ada di urutan ke-delapan penanggalan Masehi ini masuk musim apa di sana?

Yups, betul sekali. Jepang sedang mengalami musim panas atau natsu (なつ、夏)di bulan Agustus (hachigatsu, はちがつ、八月) ini.

Selain makan buah favorit musim panas, semangka (suika, すいか) sambil main suikawari, ada aktivitas seru lain loh yang bisa dilakukan untuk menyegarkan tenggorokan yang kering di tengah gempuran cahaya matahari nan terik ini.

Aktivitas seru dan menyenangkan ini adalah makan nagashi soumen (ながしそうめん、流しそうめん). Sekarang kamu pasti mulai penasaran kan? Apa itu nagashi soumen ? Gimana cara makannya? Serunya di mana sih?

Eits, eits, tenang brur. Jangan keburu nafsu. Sekarang duduk santai dan rileks dulu ya. Sambil ngemil kwaci dan menenggak minuman dingin, yuk simak penjelasan saya yang bakal lumayan panjang berikut ini. Yang sabar ya!

Serba-Serbi Soumen

sajian soumen

Pertama-tama, kita bahas dulu sebenarnya nagashi soumen itu makhluk apa sih. Soumen (素麺, そうめん) adalah sebutan bagi mie putih tipis yang terbuat dari tepung gandum. Ada banyak sebutan lain buat si mie tipis ini. Di Korea mie ini disebut sebagai “somyeon,” sedangkan di Cina, si mie lebih dikenal dengan nama “sumian” atau “guamian.”

Yang membedakan soumen dengan mie tipis asal Jepang lain yang masih sekerabat dengannya, hiyamugi (ひやむぎ、冷麦), adalah cara pembuatannya. Soumen dibuat tipis dengan cara menarik-narik adonannya hingga pipih, sementara hiyamugi dipipihkan dengan cara diiris-iris dengan menggunakan pisau.

Soumen yang Mengalir dan Keseruannya

nagashi soumen

Nagashi soumen artinya “soumen yang mengalir”. Disebut demikian karena soumen disajikan dengan cara direndam dalam air panas, ditiriskan, lalu “dihanyutkan” di dalam air dingin yang mengaliri belahan bambu sepanjang 1,5 – 4 meter yang sekat-sekatnya sudah dibersihkan terlebih dahulu.

Yang membuat sesi makan nagashi soumen jadi seru adalah cara kita menyantapnya. Kamu ga bisa diem-diem bae. Kamu harus berjuang untuk menangkap soumen yang mengalir bersama aliran air dingin kalau ingin menikmati kesegarannya. Terkadang soumen hanyut terlalu cepat melewati sumpit kita dan malah menclok di sumpit tetangga sebelah. Sakitnya tuh di situ!

cara makan nagashi soumen

Cara Asyik Menyantap Soumen

soumen dlm mentsuyu

Soumen bisa langsung dilahap setelah “ditangkap.” Tinggal “lep” gitu deh. Tapi sebelumnya, untuk menambah cita rasanya, kita bisa makan soumen yang telah kita tangkap tadi dengan saus celup yang disebut “men-tsuyu” atau “soumen-dashi” yang terbuat dari dashi, kecap asing, gula, mirin, dan bahan-bahan lainnya . Dashi bisa dibuat dengan menggunakan air rebusan ikan tuna, ikan cakalang, ikan sarden kecil (niboshi), rumput laut atau jamur shiitake; tergantung daerah asal dan jenis masakannya. Khusus untuk nagashi soumen, sebaiknya kita menggunakan kaldu yang terbuat dari ikan tuna.

Masih merasa kurang endes juga? Kuy tambahkan topping pelengkap lain macam: taburan rumput laut nori kering nan kriuk, parutan jahe yang segar, irisan ketimun, irisan okura, irisan telur goreng, irisan daun bawang muda, irisan shiso (semacam bumbu daun), irisan myouga (kuntum semacam jahe Jepang), olahan ikan rasa kepiting yang disetub kanikama, atau boleh saja irisan jamur shiitake kering yang sudah direbus. Dijamin makin mantul sensasi bersantapmu!

Kilas Balik Nagashi Soumen

Cara unik menyantap nagashi soumen di musim panas ini ditemukan pada tahun 1955 di pulau Kyushu. Tepatnya di distrik Oshioi yang berlokasi di sekitar Ngarai Takachiho, Prefektur Miyazaki. Alkisah, pemilik restoran “Chiho no Ie” yang bernama Mitsuyoshi Satou mengamati kebiasaan para penduduk lokal yang mendinginkan mie rebus mereka dengan cara mengalirkannya menuruni air terjun kecil yang bernama “Tamadare" yang mengalir ke sungai Gokase. Dari situ terbersitlah ide si pemilik restoran untuk mengirimkan mie kepada para wisatawan yang lapar. Awalnya pemilik restoran ingin menghanyutkan mie secara langsung di atas bebatuan di sepanjang air terjun kecil tersebut. Namun, BPOM merasa keberatan karena sangsi akan higienitas makanan yang langsung dihanyutkan di atas batu. Ide Pak Satou pun ditolak oleh BPOM. Meskipun demikian, Pak Satou tidak kekurangan akal, ia pun menggagas untuk mengirimkan soumen kepada wisatawan dengan bantuan bilah bambu.

玉垂の滝 (air terjun kecil Tamadare)

Restoran “Chiho no Ie” di Ngarai Takachiho.

Banyak Cara Menyantap Soumen

 mesin nagashi soumen

Saat ini cara makan nagashi soumen tidak hanya dihanyutkan dalam bilah bambu panjang saja. Ada berbagai cara alternatif untuk menyajikan nagashi soumen. Ada yang menggunakan mesin nagashi soumen yang terbuat dari plastik dan dilengkapi mesin pengatur aliran air nan modern, ada yang menikmatinya dengan cara menangkap soumen yang mengambang di aliran air yang mengalir mengelilingi meja, dan ada yang berkreasi untuk membuat saluran soumen sendiri dari sambungan karton-karton bekas susu atau botol plastik dan mengalirkan air dingin secara manual dari ujung atas saluran secara berulang-ulang.

Selain disantap sebagai mie dingin, soumen juga bisa dihidangkan dengan kuah panas. Soumen berkuah panas inilah yang biasa kita temukan di restoran-restoran Jepang yang ada di Indonesia. Kalau di Jepang sendiri, soumen berkuah panas ini biasa disebut dengan nama nyuumen (にゅうめん、煮麺*) dan biasa disajikan sebagai hidangan penghangat pada musim dingin (fuyu, ふゆ、冬). *煮 artinya “rebus". 麺 artinya “mie".

Nah, terbukti sudah. Ada banyak cara unik dan mengasyikkan untuk menikmati soumen kan? Jadi tunggu apa lagi, ayo ramai-ramai kita nikmati nagashi soumen untuk menyejukkan badan di tengah terik mentari nan menyengat bulan Agustus.

Ii desu ka? Ichi, ni, san, ikuyo!” (“Kamu sudah siap? Satu, dua, tiga, kuy kita mulai!”)

Penulis: Riana Irawati

Sumber:
https://www.shimabara-soumen.com/14377037398288
https://en.wikipedia.org/wiki/S%C5%8Dmen
https://my-best.com/1334
https://takachiho.gr.jp