Mengenal Budaya Jepang Melalui Seni Bela Diri Karate

lomba_2022Budaya & Kehidupan, Lomba Menulis

Kekuatan dipergunakan sebagai pilihan terakhir dimana kemanusiaan dan keadilan tidak dapat mengatasi, tetapi apabila kepalan tangan dipergunakan dengan bebas tanpa pertimbangan, maka yang melakukan akan kehilangan harga diri dihadapan orang lain.

- Gichin Funakoshi

I . Karate itu apa sih?

Karate(空手) adalah salah satu seni bela diri terkenal dari Jepang yang sedikit dipengaruhi oleh seni bela diri dari Cina, yaitu Kenpo. Jika dilihat dari tulisannya, Karate terdiri dari 2 huruf kanji, yaitu kanji 空yang berarti kosong dan 手yang berarti tangan. Jadi, Karate bisa diartikan sebagai seni bela diri yang murni mengandalkan kekuatan fisik tanpa menggunakan alat atau senjata apapun alias “tangan kosong”.

Diantara pendiri Karate yang terkenal adalah Gichin Funakoshi Sensei . Beliau adalah pencipta aliran Karate Shotokan ( 松濤館流 ) , salah satu dari aliran utama Karate yang lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1868. Aliran Shotokan adalah standarisasi dari berbagai perguruan Karate di Okinawa yang dipelajari oleh Funakoshi Sensei. Beliau juga dianggap sebagai Bapak Karate Dunia .

Di Indonesia sendiri, Karate dibawa dan dikembangkan oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya di Jepang . Dojo Karate pertama di Indonesia berdiri di Jakarta pada tahun 1963 . Baud AD , Karianto Djojonegoro, Koes Pratomo Wongsoyudo, Mochtar Ruskan dan Ottoman Noh adalah mahasiswa Indonesia yang mendirikan dojo Karate tersebut.

Mempelajari Karate memerlukan waktu seumur hidup dan tak ada batasan waktu.

Gichin Funakoshi

Pertama kali aku mendengar tentang Karate adalah ketika aku membaca komik Detektif Conan. Karakter Mouri Ran dan Kyogoku Makoto yang seorang Karateka berbakat dengan sepak terjangnya tak jarang bisa membantu Conan dan teman-temannya dalam menghajar penjahat hingga babak belur ^_^;; . Meskipun mereka berdua hebat tapi mereka rendah hati dan tidak pernah menyombongkan kekuatannya. Menurutku pribadi, Karate itu keren. Karena selain untuk menjaga diri, juga bisa untuk melatih fisik dan mental. Tentunya juga bisa mengukir prestasi bagi yang berbakat. Tapi aku sadar aku tidak mempunyai bakat di bidang ini wkwkwk (泣) .

Berbeda dengan kakakku yang sedari kecil sangat berbakat dalam bidang olahraga khususnya bela diri. Kakakku pernah mengikuti Silat Tapak Suci, Tarung Derajat dan Karate. Namun pada akhirnya kakakku memilih Karate sebagai seni bela diri yang dicintainya. Berbagai prestasi telah diraih olehnya . Salah satunya adalah dia berhasil meraih medali perak di Kejuaraan Karate Kobe Osaka International Open Karate Championship di Kuala Lumpur, Malaysia. Tentu saja itu semua tidak diraih dengan mudah. Butuh kerja keras, ketekunan, dan latihan melelahkan setiap harinya. Tapi kerja keras dan usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Saat ini kakakku tidak aktif lagi sebagai atlet, tapi aktif sebagai pelatih di Dojo Institut Karate-Do Indonesia(INKAI) Prestasi Bangka Barat(Dojo INPRES Bangka Barat) .

Adikku juga seorang atlet Karate. Dia juga banyak memenangkan pertandingan tingkat sekolah dan pernah mewakili provinsi Bangka Belitung di kejuaraan tingkat nasional. Adikku juga sering membantu kakakku melatih murid-muridnya yang masih SD dan SMP. Melalui kakak dan adikku, aku jadi tahu banyak tentang Karate. Tentang istilah-istilah di Karate, apa saja yang dipertandingkan di Karate, dan sebagainya. Aku juga sering menonton pertandingan Karate dan jika senggang aku sering disuruh merekam setiap pertandingan Karate yang diikuti kakak, adikku atau murid-murid kakakku sebagai bahan dokumentasi.

Janganlah kamu berpikir kamu harus menang, tapi berpikirlah bahwa kamu tidak boleh kalah.

Gichin Funakoshi

II . Sumpah Karate

Ada 5 sumpah karate yang wajib dipatuhi setiap orang yang berlatih Karate atau Karateka (空手家).

Diantaranya adalah :

1. 人格完成に努むる事。
Jinkaku kansei ni tsutomuru koto.
(Sanggup menyempurnakan kepribadian).

Yang di maksud menyempurnakan kepribadian bagi seorang karateka adalah harus bisa menjaga sikap dimana pun ia berada. Berlaku baik , tidak sombong atau bersikap arogan apalagi hobi mencari keributan. Dan tentunya harus berjiwa sportif.

2. 誠の道を守る事。
Makoto no michi wo mamoru koto.
(Sanggup patuh pada jalan yang benar).

Seorang karateka harus berlaku jujur , adil , tidak licik dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya.

3. 努力の精神を養う事。
Douryoku no seishin wo yashinau koto.
(Sanggup meningkatkan daya juang).

Seorang karateka harus berusaha untuk terus meningkatkan kemampuan diri, baik fisik dan juga mental . Sanggup meningkatkan prestasi .

4. 礼儀を重んずる事。
Reigi wo omonzuru koto.
(Sanggup memelihara sopan santun).

Seorang karateka harus mempunyai etika di kehidupan sehari-harinya. Menghargai dan menghormati orang lain. Bertutur kata sopan, tidak berbuat asusila atau melakukan hal buruk lainnya.

5. 血気の勇を戒むる事。
Kekki no yuu wo imashimuru koto.
(Sanggup mengendalikan diri).

Seorang karateka harus bisa mengendalikan emosi dan amarahnya. Harus bisa berpikir jernih dalam menghadapi lawannya dan dikehidupan sehari-hari. Karena kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah. Kemarahan hanya memperburuk keadaan.

Pertama-tama, kontrol dirimu sebelum mengontrol orang lain.

Gichin Funakoshi

III . Teknik Dasar, Kata, dan Kumite (基本、型、組手)

A. Teknik dasar (基本).

Secara harafiah Kihon(基本)berarti dasar. Teknik dasar karate atau Kihon wajib dikuasai setiap karateka. Ada beberapa teknik Kihon, diantaranya adalah :

  1. Teknik berdiri yang disebut Dachi (立ち).
  2. Teknik pukulan yang disebut Tsuki (突き).
  3. Teknik tangkisan yang disebut Uke (受け).
  4. Teknik tendangan yang disebut Geri (蹴り).
  5. Teknik sentakan yang disebut Uchi (内).

B. Kata (型)

Kata adalah pola atau bentuk gerakan Karate yang mengandung filosofi hidup. Ada berbagai macam Kata di Karate dan setiap aliran Karate mempunyai nama, ritme gerakan dan pernafasan yang berbeda. Setiap gerakan Kata mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung . Kata adalah gerakan Karate yang indah dan kompleks. karateka yang bisa memperagakan Kata dengan benar, akan terlihat keestetikaannya.

C. Kumite (組手).

Kumite bisa diartikan sebagai pertarungan. berbeda dengan Kata yang menonjolkan sisi keindahan dan estetika gerakan karate, Kumite adalah baku hantam. Terdengar menyeramkan ya (^_^;; tapi tenang saja, karena tidak semua aliran Karate diperbolehkan memukul lawan sampai babak belur. Dan disetiap menonton pertandingan Karate, aku paling suka menonton pertandingan Kumite karena sangat seru dan menegangkan. Bagi yang menyukai film laga pasti akan tertarik menonton pertandingan Kumite (^^)v.

IV . Aliran Karate

Pada zaman sekarang, Karate terbagi menjadi 2 yaitu : Karate olahraga dan Karate tradisional. Karate olahraga adalah aliran Karate yang lebih menekankan teknik-teknik untuk pertandingan. Karate olahraga bersifat “tanpa kontak langsung” alias tidak boleh mencederai lawan dipertandingan. Aliran karate yang tidak boleh mencederai lawan dipertandingan antara lain adalah Shotokan, Goju-Ryu, Shito-Ryu, dan Wado-Ryu. 4 aliran besar ini dianggap sebagai aliran Karate yang utama oleh JKF(Japan Karate-do Federation) atau Federasi Karate-Do Jepang dan WKF(World Karate Federation) atau Federasi Karate Dunia. Fungsi utama dibentuknya JKF dan WKF adalah untuk meneguhkan Karate yang bersifat “tanpa kontak langsung”. Di Indonesia sendiri, organisasi yang mengurus olahraga Karate adalah Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI).

Di Indonesia terdapat berbagai perguruan yang menganut aliran Karate yang berbeda pula. Perguruan Karate di Indonesia yang menganut aliran Shotokan (松濤館) adalah Institut Karate-Do Indonesia(INKAI), Indonesia Karate-Do(INKADO), Institut Karate-Do Nasional(INKANAS), Lembaga Karate-Do (LEMKARI) dan Shotokai.
Kemudian ada perguruan yang menganut aliran Goju-Ryu(剛柔流) , yaitu :
Goju-Ryu Karate-Do Shinbukan Seluruh Indonesia(GOKASI), Goju-Ryu Karate-Do Indonesia(GOJUKAI), dan Goju-Ryu Association(Goju-Ryu Ass).

Ada pula perguruan Shito-Ryu Indonesia Karate-Do(SHINDOKA), Gabungan bela diri Karate-Do(GABDIKA) Shito-Ryu Indonesia yang menganut aliran Shito-Ryu (糸東流).
Dan yang terakhir ada Wado-Ryu Karate-Do Indonesia(WADOKAI) yang menganut aliran Wado-Ryu (和道流).

Karate tradisional bersifat “kontak langsung”. Karate aliran ini dituntut untuk berani menyerang secara frontal, diperbolehkan menghajar lawan sampai K.O dan ketika bertanding diwajibkan untuk tidak memakai pelindung apapun. Aliran karate yang bersifat “kontak langsung” adalah aliran Kyokushin(極真会館).
Kyokushin adalah salah satu aliran Karate yang paling keras dibandingkan aliran lain karena aliran ini menganut sistem Budo (Keprajuritan) Karate. Kyokushin sendiri berarti “Kebenaran yang tertinggi”. Lalu ada juga Shorin-Ryu (少林流) dan Uechi-Ryu (上地流).

Shorin-Ryu memiliki persamaan gerakan dengan aliran Shotokan, namun yang membedakannya adalah Shorin-Ryu mengajarkan berbagai macam senjata, seperti Kama, Nunchaku dan lain sebagainya. Sedangkan Aliran Uechi-Ryu adalah aliran Karate yang paling banyak dipengaruhi oleh bela diri Cina. Pencipta aliran ini adalah Kanbun Uechi, beliau belajar bela diri langsung di Cina sehingga aliran ini sangat mirip dengan Kungfu .

3 aliran ini tidak termasuk dalam JKF dan WKF, tetapi 3 aliran tersebut sangat terkenal dan tersebar di berbagai negara. Adapun organisasi yang mewadahi Karate Tradisional ini adalah ITKF(International Traditional Karate Federation). Aku sendiri belum pernah menonton pertandingan karate tradisional ini secara langsung. karena di daerahku tidak ada perguruan karate tradisional. Organisasi di Indonesia yang mewadahi karate tradisional adalah Federasi Karate Tradisional Indonesia(FKTI). FKTI hampir sama dengan FORKI, namun sepertinya karena karate tradisional ini aliran karate yang sangat keras dan ketika bertanding dilarang memakai pelindung, FKTI tidak terdaftar dan tidak diakui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia(KONI).

Tanpa sopan santun kau tak akan bisa berlatih karate.Hal ini tidak hanya berlaku selama latihan saja namun juga dalam hidupmu sehari -hari.

Gichin Funakoshi

V . Karate aliran Yushin(勇心会館)

Pertama kali aku mendengar tentang Karate aliran ini dari pria Jepang yang aku kenal berinisial KS, yang pernah aku ceritakan pada artikel yang kubuat tahun lalu (笑) .Yushinkaikan , aliran Karate yang asing ditelingaku karena di Indonesia belum ada Karate aliran ini. bahkan ketika aku mencari di google, aku tidak banyak menemukan informasi tentang aliran ini. Karate aliran Yushin hampir mirip seperti Kyokushin yaitu menganut “kontak langsung”. Tapi yang membedakan adalah Yushin mewajibkan untuk memakai pelindung dipertandingan. KS banyak menunjukkan video-video pertandingan dan latihannya padaku. Pertandingannya menyeramkan karena aku melihat kaki lawan yang dia tendang sepertinya patah. Saat pertama kali aku melihat gaya bertandingnya, aku spontan bertanya padanya, “Apa kamu dari aliran Kyokushin?” lalu dia menjawab “Bukan, Kyokushin adalah musuhku”. (笑)

KS berasal dari keluarga yang semuanya adalah Karateka. Dia diajarkan Karate sejak usia 3 tahun. Saat ini KS sudah tidak aktif lagi sebagai atlet,tapi dia sering menjadi wasit juri jika ada pertandingan di daerahnya. Meskipun tidak aktif lagi sebagai atlet, dia tetap rajin latihan Karate seminggu 3 kali . Dia orang yang sangat mencintai Karate. Walaupun lelah sehabis bekerja dia tetap latihan Karate. Dia berkata latihan Karate bisa menghilangkan stres karena pekerjaan. Ya, dia memang secinta itu dengan Karate(^^;;

KS juga sering mengalami cedera atau lebam karena latihan atau bertanding. Dia sering memenangkan pertandingan Karate, namun bukan berarti dia tidak pernah kalah. KS pernah pingsan karena kepalanya mengenai tendangan dari lawan saat pertandingan. saat itu dia berpikir bahwa dia akan mati. Tapi sekitar 2 menit kemudian dia kembali sadar dan melanjutkan pertandingan. Walaupun hasilnya kalah, tapi dia merasa bangga bisa bertanding sampai akhir. KS berkata kalah dan menang dipertandingan adalah hal yang biasa. “Karateka harus bisa menerima kekalahan dan berlatih lebih keras lagi agar bisa menang dikemudian hari” ucapnya.
Dia banyak bercerita tentang Karate yang tidak aku ketahui. Ada banyak sekali aliran karate yang dia sebutkan yang bahkan tidak aku temukan jika aku mencarinya di google. Tapi yang aku ingat hanya Yushin dan Byakuren (^_^;;; wkwkwk.

Ada kejadian lucu yang KS ceritakan padaku. Saat dia masih SMA sehabis pulang dari tempat les, dia mendapati ada 2 orang preman yang mau mencuri sepedanya. Salah satu dari preman itu membawa pisau, dan yang satunya lagi memegangnya dari belakang. KS berhasil selamat karena melakukan perlawanan. Satu orang preman kabur dan yang satunya lagi pingsan. Dan preman yang pingsan karena babak belur itu dia bawa sendiri ke kantor polisi. (^^;;

Karate seperti air mendidih. Jika kau tidak memanaskannya secara teratur ia akan menjadi dingin.

Gichin Funakoshi

VI. Sisi lain dari dunia Karate di Indonesia

Mungkin ini bisa disebut sebagai “sisi gelap” dari dunia Karate di Indonesia. Banyak hal yang cukup mengejutkan yang aku ketahui setelah sekian banyak menonton pertandingan Karate secara langsung. .Meskipun Karate aliran olahraga menganut paham “tanpa kontak langsung”, tapi tidak sedikit atlet yang baku hantam dipertandingan hingga terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ada juga atlet dan pelatih karate yang tersulut emosi karena tidak menerima kekalahan. Salah satunya adalah kasus pemukulan yang dilakukan oleh ketua FORKI Bangka Barat kepada salah satu wasit juri ( saat ini yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi sebagai Ketua FORKI) . Di pertandingan tersebut kakakku juga menjadi salah satu wasit juri dan yang menjadi korban pemukulan adalah teman kakakku. (link berita terkait kasus pemukulan https://media-lintasindonesia.co.id/?p=16915) .

Dan kebetulan saat itu aku berada di tempat kejadian . Saat itu aku sedang sibuk merekam pertandingan murid-murid kakakku. Aku melihat secara langsung kejadian itu dan aku merekamnya. Video yang aku rekam itu menjadi bukti kasus pemukulan wasit juri tersebut. Namun sayang sekali, meskipun ada bukti dan banyak saksi, pada akhirnya wasit juri yang menjadi korban pemukulan tersebut tidak mendapatkan keadilan. Pelaku kasus pemukulan tersebut hanya menjadi tahanan kota. Bahkan para polisi memperlakukan korban seperti seorang penjahat.

Ada kejadian lain yang lebih tidak masuk akal dan diluar nalar. Ini kejadian yang dilihat langsung oleh kakakku. Ketika kakakku dan teman-teman setimnya sedang melakukan pemanasan sebelum bertanding, mereka semua melihat paku besar yang entah bagaimana bisa berdiri tegak lurus ditengah lapangan. Lalu mereka mengambil dan membuang paku itu. Setelah membuang paku itu, tiba-tiba teman kakakku tersandung dan kakinya terluka cukup parah . Anehnya lagi luka dikakinya seperti luka sayatan dan harus dijahit . Padahal di matras pertandingan itu tidak ada batu atau benda tajam lainnya. Dan pada akhirnya teman kakakku tidak bisa mengikuti pertandingan.

Ada juga kejadian lain dimana kakakku melihat pelatih dari kontingen provinsi lain membacakan mantra-mantra yang tidak jelas kepada atletnya. Saat dibacakan mantra , atlet tersebut kejang-kejang seperti tersengat listrik(笑). Itu dilakukan di depan umum sehingga banyak orang yang melihat. Orang-orang menyebut itu sebagai paranormal atau dukun yang melakukan praktek ilmu hitam. Tujuannya untuk mencelakai lawan agar tidak bisa bertanding dan agar atletnya bisa memenangkan pertandingan dengan mudah.

Sangat menyeramkan ya. (;_;

Aku tidak tahu apakah kejadian paranormal yang melakukan praktek ilmu hitam demi memenangkan pertandingan Karate itu hanya ada di Indonesia atau pernah terjadi di negara lain juga.

Sepertinya tidak semua karateka bisa mematuhi, memahami dan melaksanakan arti dari Sumpah Karate yang sesungguhnya. Sangat disayangkan sekali ternyata ada juga yang menghalalkan segala cara demi memenangkan pertandingan meskipun dengan cara yang curang. Bahkan sampai meminta bantuan paranormal agar bisa menang (笑) . Ada juga yang melakukan tindakan kekerasan. Apakah mereka tidak malu? Untuk apa menang tapi bukan murni hasil dari kerja keras dan kemampuan diri sendiri? Untuk apa menang dari hasil yang curang? Bukankah berjiwa sportif adalah hal yang wajib dimiliki setiap karateka? Apakah mereka lupa dengan Sumpah Karate yang mereka ucapkan ketika pertama kali berlatih Karate?

Memang, sumpah mudah diucapkan tapi sulit untuk diterapkan dikehidupan sehari-hari. Tapi, jika mempunyai harga diri dan kebanggaan sebagai seorang karateka seharusnya itu hal yang mudah untuk dilakukan. Bukankah kalah menang dalam pertandingan adalah hal yang wajar? Seperti salah satu filosofi dari Gichin Funakoshi Sensei yang berbunyi “Tujuan utama Karate bukan terletak pada kemenangan atau kekalahan, tetapi pada kesempurnaan karakter para pesertanya”.

Penulis: Sagita Tiffany