Konjugasi Kata Kerja (Bentuk Kamus, Bentuk Masu, Bentuk Te, dan Bentuk Nai)

Konjugasi, N4-5Konjugasi, Tata Bahasa

PenjelasanKosakataLatihan

 

Kali ini, kita akan membahas konjugasi (perubahan bentuk) kata kerja. Sesi ini sangat penting karena bahasa Jepang sangat sering mengalami perubahan bentuk kata kerja dalam berbagai variasi kalimat, dan tanpa pengertian konjugasi, Anda tidak akan dapat menyusun kalimat yang praktis dan ekspresif. Namun, setelah menguasai konjugasi kata kerja tersebut, saya yakin kemajuan bahasa Jepang Anda akan melesat didorong oleh ilmu yang sudah Anda dapati. Kuy 🙂 

 

Tabel Konjugasi Kata Kerja Lengkap

 

Konjugasi dalam 14 kata kerja

Kemarin kita belajar 14 jenis kata kerja dalam 3 golongan, yaitu kelompok I, kelompok II, dan Irregular (Kelompok III). 14 jenis kata kerja tersebut mewakili seluruh kata kerja yang memiliki berbagai konjugasi (perubahan bentuk) dalam bahasa Jepang. * Buat yang belum tahu “14 jenis kata kerja dalam 3 golongan”, silakan baca materi yang ada di bawah dulu……

 

 

Pada dasarnya, aturan konjugasi kata kerja terdiri pada setiap 14 jenis kata kerja dalam tiga golongan. Artinya, jika sudah menghafalkan “Tabel Konjugasi Kata Kerja” di atas, Anda sudah dapat membentuk seluruh perubahan kata kerja sesuai dengan setiap pola kalimat  🙂 

 

Empat Bentuk Kata kerja

Pada umumnya, setiap kata kerja dalam bahasa Jepang memiliki empat bentuk dasar, yaitu bentuk Kamus(bentuk dasar), bentuk Masu(bentuk sopan), bentuk TE(bentuk sambung), dan bentuk Nai(bentuk negatif). Penjelasan lebih detail sebagai berikut di bawah ini.

 

1. Bentuk Kamus (Bentuk Dasar Kata Kerja)

Bentuk Kamus merupakan bentuk dasar kata kerja, sekaligus bentuk yang terdapat dalam kamus bahasa Jepang sehingga disebut sebagai bentuk Kamus. (makanya, pelajar terutama otodidak harusnya belajar bentuk Kamus terlebih dahulu untuk mencari makna dari kamus sendiri. Misalnya KK+masu seperti iki-masu, tabe-masu, hataraki-masu, dsb tidak terdapat dalam kamus bahasa Jepang, dan kita harus mencari bentuk Kamus seperti iku, taberu, dan hataraku). Menghafalkan kata kerja berbentuk Kamus tidak begitu sulit karena coba lihat, semua kata kerja dalam bentuk Kamus diakhiri dengan vokal “U”.

Selain itu, bentuk inilah yang menjadi dasar untuk membuat bentuk-bentuk lain seperti bentuk Masu, bentuk Nai, dan bentuk Te yang akan dijelaskan di bawah.

 

 

2. Bentuk Masu (Bentuk Sopan)

Bentuk Masu merupakan salah satu konjugasi kata kerja yang digunakan untuk membuat berbagai variasi kalimat. Sebenarnya, bentuk Masu sendiri tidak memiliki arti tertentu, tetapi dengan kata-kata khusus seperti kata kerja bantu yang dibubuhkan pada akhir kata kerja bentuk Masu, baru terdapat berbagai makna atau ekspresi dalam kalimat.

Bentuk ini sangat sering ditemukan dalam pola kalimat “kata kerja + masu” seperti tabe-masu, iki-masu, hataraki-masu dan seterusnya, sehingga disebut sebagai “bentuk Masu”. Namun, kata kerja bentuk Masu tidak selalu diikuti dengan kata “masu”. Sejumlah pola kalimat bentuk Masu juga akan kita pelajari nanti. (buat yg penasaran sekarang, → KLIK)

 

Pembentukan Kata Kerja Bentuk Masu

 

Kelompok I

Cara untuk membuat bentuk Masu dari kelompok I adalah dengan mengubah akhiran “u” dalam bentuk Kamus menjadi “i”.

1. kau(membeli) → kai-masu
2. suwaru(duduk) → suwari-masu
3. uru(menjual) → uri-masu
4. noru(naik) → nori-masu
5. matsu(menunggu) → machi-masu
6. kiku(mendengar) → kiki-masu
7. hanasu(berbicara) → hanshi-masu
8. asobu(bermain) → asobi-masu
9. yomu(membaca) → yomi-masu
10. oyogu(berenang) → oyogi-masu

★Pengecualian
Akhiran “tsu” (no.5) tidak diubah menjadi “tsi”, tetapi menjadi “chi” () karena tidak terdapat bunyi “tsi” dalam bahasa Jepang. Sama halnya, akhiran “su” (no.7) menjadi “shi” () karena tidak terdapat bunyi “si” dalam bahasa Jepang.

 

Kelompok II

Cara untuk membuat bentuk Masu dari kelompok II adalah dengan menghilangkan akhiran “ru” dalam bentuk Kamus.

11. miru(melihat) → mi-masu
12. taberu(makan) → tabe-masu

 

Kelompok Irregular

Ini perubahan irregular. “Kuru” diubah menjadi “ki-(masu)”, dan “suru” diubah menjadi “shi-(masu)”. Kelompok irregular terdapat dua kata saja.

13. kuru(datang) → ki-masu
14. suru(melakukan) → shi-masu

 

 

3 Bentuk Te (Bentuk Sambung)

Bentuk Te merupakan salah satu konjugasi kata kerja yang digunakan untuk membuat berbagai variasi kalimat. Sebenarnya, bentuk Te sendiri tidak memiliki arti tertentu. Namun, jika kata-kata lain dibubuhkan pada akhir kata kerja bentuk Te, atau kata kerja bentuk Te digabungkan dengan kalimat lain, baru terdapat berbagai makna atau ekspresi dalam kalimat. Kebanyakan bentuk Te diakhiri dengan “te” seperti tabete, itte, dan hataraite sehingga bentuk ini disebut sebagai “bentuk Te”

Penggunaan kata kerja bentuk Te juga akan kita pelajari nanti. (buat yg penasaran sekarang, → KLIK)

 

Pembentukan Kata Kerja Bentuk Te

 

Kelompok I

Cara untuk membuat bentuk Te dari kelompok I adalah dengan mengubah akhiran u atau “x+u” dalam bentuk Kamus menjadi “tte, ite, shite” atau “nde, ide”.

1. kau(membeli) → katte
2. suwaru(duduk) → suwatte
3. uru(menjual) → utte
4. noru(naik) → notte
5. matsu(menunggu) → matte
6. kiku(mendengar) → kiite
7. hanasu(berbicara) → hanashite
8. asobu(bermain) → asonde
9. yomu(membaca) → yonde
10. oyogu(berenang) → oyoide

※Kata kerja yg berakhiran “iru” dan “eru” yang tergolong dalam kelompok I
hairu(masuk) → haitte
kaeru(pulang) → kaette

☆Penjelasan Perubahan Bentuk 1-10 di Atas

1. KK akhiran “u” → “u” diubah menjadi “tte”.
2-4. KK akhiran “aru”, “uru”, dan “oru” → “ru” diubah menjadi “tte”.
※KK akhiran “iru” dan “eru” yg tergolong kelompok I juga → “ru” diubah menjadi “tte”.
5. KK akhiran “tsu” → “tsu” diubah menjadi “tte”.
6. KK akhiran “ku” → “ku” diubah menjadi “ite”.
*pengecualian: kata kerja “iku” tidak menjadi “iite” tetapi “itte”.
7. KK akhiran “su” → “su” diubah menjadi “shite”.
8. KK akhiran “bu” → “bu” diubah menjadi “nde”.
9. KK akhiran “mu” → “mu” diubah menjadi “nde”.
10. KK akhiran “gu” → “gu” diubah menjadi “ide”.

 

Kelompok II

Cara untuk membuat bentuk Te dari kelompok II adalah dengan mengubah akhiran “ru” dalam bentuk Kamus menjadi “te”.

11. miru(melihat) → mite
12. taberu(makan) → tabete

 

Kelompok Irregular

Ini perubahan irregular. “Kuru” diubah menjadi “kite”, dan “suru” diubah menjadi “shite”. Kelompok irregular terdapat dua kata saja.

13. kuru(datang) → kite
14. suru(melakukan) → shite

 

 

4. Bentuk Nai (Bentuk Negatif)

Bentuk Nai merupakan konjugasi kata kerja yang pada umumnya digunakan untuk membuat berbagai pola kalimat negatif. Bentuk ini sering ditemukan dalam pola kalimat “kata kerja + nai*” seperti tabe-nai (tidak makan), ika-nai (tidak pergi), dan seterusnya, sehingga disebut sebagai “bentuk Nai”.

Penggunaan kata kerja bentuk Nai juga akan kita pelajari nanti. (buat yg penasaran sekarang, → KLIK)

 

Pembentukan Kata Kerja Bentuk Nai

 

Kelompok I

Cara untuk membuat bentuk Nai dari kelompok I adalah dengan mengubah akhiran “u” dalam bentuk Kamus menjadi “a”.

1. kau(membeli) → kawa-nai
2. suwaru(duduk) → suwara-nai
3. uru(menjual) → ura-nai
4. noru(naik) → nora-nai
5. matsu(menunggu) → mata-nai
6. kiku(mendengar) → kika-nai
7. hanasu(berbicara) → hanasa-nai
8. asobu(bermain) → asoba-nai
9. yomu(membaca) → yoma-nai
10. oyogu(berenang) → oyoga-nai

★pengecualian
・Untuk kata kerja grup no.1 yang berakhiran “vokal + u” seperti kau, au, utau. dsb, akhiran “u” diubah menjadi “wa” bukan “a”. Misalnya, kau→ka”wa”-nai, au→a”wa”-nai, utau→uta”wa”-nai, dsb.

・Akhiran “tsu” (no.5) tidak diubah menjadi “tsa” tetapi menjadi “ta” (). Misalnya, matsu→ma”ta”-(nai)

 

Kelompok II

Pembentukan bentuk Nai dari kelompok II adalah dengan menghilangkan akhiran “ru”.

11. miru(melihat) → mi-nai
12. taberu(makan) → tabe-nai

 

Kelompok Irregular

Ini perubahan irregular. “Kuru” diubah menjadi “ko-(nai)”, dan “suru” diubah menjadi “shi-(nai)”. Kelompok irregular terdapat hanya dua kata saja.

13. kuru(datang) → ko-nai
14. suru(melakukan) → shi-nai

 

 

がんばってください~!  Semangat !!!!!  🙂  🙂  🙂 

 

 

 

 

tunggu