KK(bentuk Kamus) + koto / no I

Bentuk.Biasa, KK.Bentuk Kamus, koto, menominakan, N4-5, Partikel NoKlausa, Tata Bahasa, koto, menominakan, N4-5, Partikel No

PenjelasanKosakataLatihan

 

1. Kemarin kita belajar pola kalimat “KB1 wa [KB2] desu” seperti,

 

わたし趣味しゅみは [ xxx (KB) ] です。
Watashi no shumi wa [ xxx (KB) ] desu.
Hobi saya adalah [ xxx (KB) ].

misalnya,

わたし趣味しゅみは [ バドミントン ] です。
Watashi no shumi wa [ badominton ] desu.
Hobi saya adalah [ bulu tangkis ].

 

Dalam pola kalimat di atas, “kata benda” lah yang ditempatkan pada bagian [ xxx ] karena pola kalimat ini memang “KB1 wa [KB2] desu (=kalimat kata benda)”. Kalau begitu, bagaimana caranya untuk menyatakan “watashi no shumi wa [KK(melakukan xxx)] desu”, misalnya “hobi saya adalah mendengarkan musik”, “hobi saya adalah membaca manga”, dsb ?

 

2. Kita sudah pernah belajar juga kalimat kata sifat yang mempunyai objek yang ditunjukkan partikel “ga” seperti “[KB] ga suki desu”.

 

わたしは [ xxx (KB) ] がきです。
Watashi wa [ xxx (KB) ] ga suki desu.
Saya suka [ xxx (KB) ].

misal,

わたしは [ 音楽おんがく ] がきです。
Watashi wa [ ongaku ] ga suki desu.
Saya suka [ musik ].

 

Sama halnya, bagian [ xxx ] dimasuki “kata benda” karena sesuai dengan pola kalimat. tp, kalo begitu bagaimana caranya untuk menyatakan “watashi wa [KK(melakukan xxx)] ga suki desu”, misalnya “saya suka mendengarkan musik”, “saya suka membaca manga”, dsb?

 

Hari ini kita belajar pola kalimat “KK bentuk Kamus + koto/no”. Kuy  🙂 

 

 

“Kalimat KK(bentuk Kamus)” + koto

 

pola kalimat

 “Kalimat KK(bentuk Kamus)” + こと 
 “Kalimat KK(bentuk Kamus)” + koto 
 Hal Kalimat KK (=Kalimat KK di-nomina-kan oleh koto) 

 

Struktur Kalimat

 

Penjelasan

Pola kalimat “Kalimat KK(bentuk Kamus) + koto” digunakan untuk mengubah “kalimat kata kerja” menjadi dan berfungsi sebagai frasa kata benda ( = me-nomina-kan kalimat kata kerja).

 

Contoh 1: KB wa [Kalimat KK + koto] desu

わたし趣味しゅみは [ xxx (KB) ] です。
Watashi no shumi wa [ xxx (KB) ] desu.
Hobi saya adalah [ xxx (KB) ].

わたし趣味しゅみは [ melakukan sesuatu ] です。
Watashi no shumi wa [ melakukan sesuatu ] desu.
Hobi saya adalah [ melakukan sesuatu ].

わたし趣味しゅみは [ “kalimat KK(bentuk Kamus)” + こと ] です。
Watashi no shumi wa [ “kalimat KK(bentuk Kamus)” + koto ] desu.
Hobi saya adalah [ kalimat KK] .

わたし趣味しゅみは [ 音楽おんがく こと ] です。
Watashi no shumi wa [“ongaku o kikukoto] desu.
Hobi saya adalah [mendengarkan musik].

 

Contoh kalimat

わたし趣味しゅみは、[ 日本料理にほんりょうりつく こと ] です。
Watashi no shumi wa [ Nihon-ryoori o tsukuru koto ] desu.
Hobi saya adalah memasak masakan Jepang.
*tsukuru = b.kamus dari “tsukuri-masu” (membuat, memasak)

 

ケンさんの趣味しゅみは、[ 日本料理にほんりょうりべる こと ] です。
Ken-san no shumi wa [ nihon-ryoori o taberu koto ] desu.
Hobi Ken adalah makan masakan Jepang.
*taberu = b.kamus dari b.masu “tabe-masu” (makan)

 

デシさんの趣味しゅみは、[ こと ] です。
Desi-san no shumi wa [ e o kaku koto ] desu.
Hobi Desi adalah menggambar lukisan.
*kaku = b.kamus dari b.masu “kaki-masu” (menulis)

 

かれ趣味しゅみは、[ こと ] です。
Kare no shumi wa [ e o miru koto ] desu.
Hobinya(♂) adalah melihat lukisan.
*miru = b.kamus dari b.masu “mi-masu” (melihat)

 

 🙂  Seri Shumi (hobi) yg super lengkap → Klik

 

Oke, sekarang kita membahas pola kalimat “watashi wa [ melakukan sesuatu ] ga suki desu”.

 

 

“Kalimat KK(bentuk Kamus)” + no/koto

 

Contoh 2: KB wa [Kalimat KK + no/koto] ga suki desu

わたしは [ xxx (KB) ] がきです。
Watashi wa [ xxx (KB) ] ga suki desu.
Saya suka [ xxx (KB) ].

わたしは [ melakukan sesuatu ] がきです。
Watashi wa [ melakukan sesuatu ] ga suki desu.
Saya suka [ melakukan sesuatu ].

わたしは [ “kalimat KK(bentuk Kamus)” + {/こと} ] がきです。
Watashi wa [ “kalimat KK(bentuk Kamus)” + {no/koto} ] ga suki desu.
Saya suka [ kalimat KK ].

わたしは [ 音楽おんがく {/こと} ] が きです。
Watashi wa [ “ongaku o kiku” {no/koto} ] ga suki desu.
Saya suka mendengarkan musik.

 

Pola kalimat

 “Kalimat KK(bentuk Kamus)” + の/こと 
 “Kalimat KK(bentuk Kamus)” + no/koto 
 Hal Kalimat KK (=Kalimat KK di-nomina-kan oleh no/koto) 

 

Struktur Kalimat

 

Penjelasan

Nah, di sini baru muncul sebuah kata “の(no)”. “No” juga dapat digunakan untuk mengubah “kalimat kata kerja” menjadi kata benda (=me-nomina-kan kalimat kata kerja) seperti “koto”. Misalnya, kalimat “watashi wa [“kalimat KK(bentuk Kamus)” + koto] ga suki desu” dapat diganti dengan “Watashi wa [“kalimat KK(bentuk Kamus)” + no] ga suki desu”. “No” ini lebih bersifat ke percakapan secara langsung daripada “koto”, dan orang Jepang lebih sering mengucapkan “kalimat KK(bentuk Kamus) + no ga suki desu” daripada “KK(bentuk Kamus) + koto ga suki desu” dalam percakapan sehari-hari .

Namun, “Koto” dalam kalimat “watashi no shumi wa [kalimat KK(bentuk Kamus) + koto] desu” tidak dapat diganti dengan “no”. Pola kalimatnya tetap “KB wa [kalimat KK(bentuk Kamus + koto)] desu”, bukan “no”. Kenapa? Nah, pembahasan ini juga akan kita pelajari pada saat nanti. Tetapi, buat yang penasaran,,,, perbedaan & penggunaan “koto” dan “no” yang lebih detail dijelaskan pada link sebagai berikut di bawah.

 

 

Contoh Kalimat

わたしは、[ 日本料理にほんりょうりつく {/こと} ] が きです。
Watashi wa [ Nihon ryoori o tsukuru {no/koto} ] ga suki desu.
Saya suka memasak masakan Jepang.

 

ケンさんは、[ 日本料理にほんりょうりべる {/こと} ] が きです。
Ken-san wa [ Nihon ryoori o taberu {no/koto} ] ga suki desu.
Ken suka makan masakan Jepang.

 

デシさんは、[ {/こと} ] が きです。
Desi-san wa [ e o kaku {no/koto} ] ga suki desu.
Desi suka menggambar lukisan.

 

ケンさんは、[ {/こと} ] が きです。
Ken-san wa [ e o miru {no/koto} ] ga suki desu.
Ken suka melihat lukisan.

 

 

shumi: hobi

 

 

tunggu