~倒れ (daore) dalam Bahasa Jepang

KK.Bentuk Masu, N0Akhiran, Tata Bahasa

Percakapan

Bahasa Jepang

ベラ

春休み、みんなで大阪行こうよ。大阪食いだおツアー!

リナ

あ~去年の冬に、流れたやつね。

ベラ

そうそう、あのときは、みんな金欠で計画倒れに終わったんだよね。

リナ

はあ? おまえだけ金なくて、結局中止になったんじゃんよ。

ベラ

いや、あのときはまじデート代が必要で。

リナ

はあ?それも、計画倒れに終わってんじゃんよ!

ベラ

ワンチャンあったんだよ。まじ。

リナ

ないない。ゼロパーだよ。ゼロ。

tunggu duluuu

Pola Kalimat

KB倒れ。
KB daore.
1. Gagal dalam KB.
2. Menghabiskan uang untuk KB.

Penjelasan

Secara harfiah, だおれ (daore) berasal dari kata kerja たおれる (taoreru) yang berarti "roboh", "tumbang", atau "bangkrut". Ketika 倒れ ditambahkan pada belakang kata benda tertentu, kata ini berfungsi sebagai sufiks untuk membuat gabungan kata yang memiliki makna

  1. Kegagalan yang Tidak Sesuai Tampilan
  2. Kerugian atau Kehilangan Harta Gara-gara Menghabiskan uang.

Berikutnya adalah penjelasan sufiks -倒れ (daore) yang lengkap. 🙂

1. Kegagalan yang Tidak Sesuai Tampilan

Sufiks だおれ digunakan untuk membuat gabungan kata yang memiliki makna "suatu pelaksanaan mengalami kegagalan gara-gara pelaksanaannya hanya tampilannya saja tanpa isi yang sesuai".

Contoh Gabungan Kata

  • 看板倒かんばんだおれ: hanya bagus papan iklannya saja, tapi isinya tidak (tidak sesuai tampilan)
  • 位倒くらいだおれ: jabatan tinggi, tapi tidak berdaya (punya posisi tapi tidak punya kekuasaan nyata)
  • 計画けいかくだおれ: rencana yang gagal terlaksana (hanya rencana di atas kertas)
  • 名前なまえたおれ: namanya hebat, tapi isinya tidak (tidak sesuai dengan nama besar)
  • 評判ひょうばんだおれ: reputasinya bagus, kenyataannya buruk (tidak sesuai dengan reputasi)

Contoh Kalimat

改革かいかく計画倒けいかくだおわった。
Kaikaku wa keekaku daore ni owatta.
Reformasinya berakhir hanya sebagai rencana.

残念ざんねんなことに、あたらしい市長しちょう評判倒ひょうばんだおだった。
Zan'nen na koto ni, atarashii shichoo wa hyooban daore datta.
Sayangnya, wali kota yang baru itu ternyata hanya bagus di reputasinya saja.

この計画けいかく理想りそうばかりがふくらんで結局けっきょく看板倒かんばんだおわった。
Kono keekaku wa risoo bakari ga fukurande kekkyoku, kanban daore ni owatta.
Karena rencana ini hanya idealisme muluk-muluk saja yang berkembang, pada akhirnya gagal sebagai sekadar pajangan saja tanpa realisasi yang nyata.

かれ有名ゆうめい名家めいか出身しゅっしんだが、名前倒なまえだおわらないことをいのるのみだ。
Kare wa yuumee na meeka no shusshin da ga, namae daore ni owaranai koto o inoru nomi da.
Dia memang berasal dari keluarga terpandang, kita berharap saja agar itu tidak berakhir sebatas nama besar saja.

縁故主義えんこしゅぎ大臣だいじんとなったあの政治家せいじかはただの位倒くらいだおだ。
Enkoshugi de daijin to natta ano seejika wa tada no kurai daore da.
Politikus yang diangkat jadi menteri melalui nepotisme itu hanya sosok dengan jabatan tinggi saja tanpa kemampuan yang sepadan.

2. Kerugian atau Kehilangan Harta Gara-gara Menghabiskan Uang

Sufiks だおれ digunakan untuk membuat gabungan kata yang memiliki makna "mengalami kerugian atau kebangkrutan gara-gara menghabiskan uang dengan berfoya-foya, gagal mengembalikan modal, gagal menagih pinjaman, dsb.

Contoh Gabungan Kata

  • だおれ: menghabiskan uang untuk makan sampai bangkrut (tergila-gila makan)
  • 着倒きだおれ: menghabiskan uang untuk pakaian sampai bangkrut (tergila-gila pakaian)
  • だおれ: gagal menagih pembayaran, sehingga mengalami kerugian
  • だおれ: uang pinjaman tidak kembali sehingga mengalami kerugian

Contoh Kalimat

大阪おおさかだおまちとして有名ゆうめいだ。
Osaka wa kui daore no machi toshite yuumee da.
Osaka terkenal sebagai kota yang bisa bangkrut gara2 berfoya-foya untuk makan. (Osaka terkenal sebagai kota yang penuh dengan makanan enak dan pencinta makan)

取引先とりひきさき倒産とうさんし、売掛金うりかけきんだおになってしまった。
Torihikisaki ga toosan shi, urikakekin ga kashi daore ni natte shimatta.
Karena mitra bisnis mengalami kebangkrutan, piutang usaha pun menjadi kredit macet.

不況ふきょう多額たがくだお発生はっせいし、子会社こがいしゃが、倒産とうさん危機ききひんしている。
Fukyoo de tagaku no kake daore ga hassee shi, kogaisha ga, toosan no kiki ni hinshite iru.
Karena resesi yang menyebabkan banyak piutang tak tertagih, anak perusahaan pun kini terancam bangkrut.

Kolom 京の着倒れ、大阪の食い倒れ 🙂

Istilah "京都きょうと着倒きだれ、大阪おおさかだおれ (Kyoto no ki daore, Osaka no kuidaore)" adalah ungkapan lama dalam bahasa Jepang yang menggambarkan ciri-khas budaya hidup antara orang Kyoto dan Osaka.

京都の着倒れ (Kyoto no ki daore) berarti "Orang Kyoto menghabiskan semua harta hanya untuk membeli pakaian sampai bangkrut, sedangkan 大阪の食い倒れ (Osaka no kui daore) berarti "Orang Osaka menghabiskan semua harta hanya untuk makanan dan minuman sampai bangkrut. Namun, ungkapan ini bukan kritik yang sepenuhnya negatif, melainkan menunjukkan nilai budaya masing-masing daerah.
Orang Kyoto digambarkan tidak pelit dalam urusan pakaian dan penampilan, karena mereka menghargai estetika dan tradisi. Sementara, orang Osaka dianggap tergila-gila mencintai makan dan makanan termasuk memperhatikan kualitas bahan, memilih bahan yang baik, dan memasak dengan sikap menyayangi bahan apa pun agar tidak sia-sia).

Dengan demikian, ungkapan menggambarkan bahwa orang Kyoto menghargai keindahan dan busana, sementara Osaka menghargai kenikmatan dan budaya kuliner.