Bentuk Tanya: KB1 wa KB2 desu ka 「KB1 は KB2 ですか」

N4-5, Partikel KaKalimat Dasar, Kalimat Tanya, Shuu-joshi, Tata Bahasa

k-005

PenjelasanKosakataLatihan

 

Slider

 

 

Pola Kalimat

 KB1 は KB2 です + か 
 KB1 wa KB2 desu + ka 
 Apakah KB1 adalah KB2 ? 

 

Struktur kalimat

ss-005-1-min

s-005

 

Penjelasan

Partikel “ka” digunakan untuk membuat kalimat tanya. “Ka” dibubuhkan pada akhir kalimat yang paling belakang. Pada umumnya, bahasa Jepang jarang menggunakan tanda tanya “?”, dan kalimat biasa maupun kalimat tanya diakhiri dengan tanda “。”.  Oleh karena itu, jika partikel “ka” ditemukan pada akhir kalimat, maka partikel “ka” menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat tanya.

Untuk menjawab pertanyaan “KB1 wa KB2 desu ka”, gunakankah pola kalimat “Hai, KB desu” atau “Iie, KB dewa ari-masen”.  Pada dasarnya, “hai” digunakan untuk mengiyakan pertanyaan, sedangkan “iie” digunakan untuk menyangkal pertanyaan.

ss-005-2-min

 

Contoh Kalimat

A: あなたは日本人にほんじんです
Anata wa Nihon-jin desu ka.
Apakah Anda orang Jepang?

B: はい日本人にほんじんです。 / いいえ日本人にほんじんではありません。
Hai, nihon-jin desu. / Iie, nihon-jin dewa ari-masen.
Ya, orang Jepang / Bukan, bukan orang Jepang.

 

A: デウィさんは大学生だいがくせいです
Dewi-san wa daigakusee desu ka.
Apakah Dewi mahasiswi?

B: はい大学生だいがくせいです。/ いいえ大学生だいがくせいではありません。
Hai, daigakusee desu. / Iie, daigakusee dewa ari-masen.
Ya, mahasiswi. / Bukan, bukan mahasiswi.

 

A: 山田やまださんは先生せんせいです
Yamada-san wa sensee desu ka.
Apakah Bapak Yamada adalah guru?

B: はい先生せんせいです。/ いいえ先生せんせいではありません。
Hai, sensee desu. / Iie, sensee dewa ari-masen.
Ya, guru. / Bukan, bukan guru.

 

 

nihon-jin: orang Jepang
daigakusee: mahasiswa
sensee: guru

 

1. Ubahlah kalimat berikut menjadi kalimat tanya, dan jawablah pertanyaan tersebut dengan menggunakan jawaban positif dan negatif seperti contoh.

Contoh
Anata wa Tanaka-san desu
→Anata wa Tanaka-san desu ka.
P: Hai, Tanaka desu.
N: Iie, Tanaka dewa arimasen.

1) Anata wa Dewi-san desu.
2) Anata wa Indonesia-jin desu.
3) Anata wa Nihon-jin desu.
4) Anata wa Chuugoku-jin desu.
5) Anata wa “Nama Anda” desu.