Tahun Baru ala Japan Corner Universitas Tanjungpura

lomba_2018Lomba Menulis, ★kelas kita (クラスでの活動)

Tahun Baru Bersama Orang Jepang

Tahun baru (正月 shōgatsu) di Jepang dirayakan tanggal 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 3 Januari. Dalam bahasa Jepang, kata “shōgatsu” dulunya dipakai untuk nama bulan pertama dalam setahun, tapi sekarang hanya digunakan untuk menyebut tiga hari pertama pada awal tahun. Setiap tahun Japan Corner Universitas Tanjungpura (lembaga pembelajaran Bahasa Jepang di Universitas Tanjungpura) mengadakan acara tahun baru bersama bersama Fujie Misaka sensei. Hari tanggal 31 Desember atau malam tahun baru disebut ōmisoka. Di malam tahun baru, orang Jepang mempunyai tradisi memakan soba yang disebut toshikoshi soba. Murid-murid Japan Corner bersama Fujie-san memutuskan tahun baru kali ini untuk memasak bersama, Fujie-san menyarankan kami untuk membuat masakan khas daerah kami masing-masing. Ada yang memasak cake, sayur lodeh, klepon, putu, sate lilit khas Bali, dan lainnya.

Saling Bertukar Budaya

Fujie-san menyarankan agar makanan yang kami makan di presentasikan dalam bahasa Jepang kepada semua orang yang hadir dalam perayaaan tahun baru. Kami maju kedepan satu persatu dan menjelaskan masakan kami. Saya menjelaskan tentang sate lilit khas Bali yang biasa dimakan pada perayaan hari raya Nyepi atau Kuningan oleh umat Hindu. Sate lilit sendiri bermakna kebahagiaan. Ada juga teman-teman yang membawa makanan khas Melayu, Padang, Jawa dan Palembang. Fujie-san sepertinya sangat suka makan empek-empek Palembang. Fujie-san bersama temannya, Yamanaka Keiko-san menjelaskan makanan yang biasa dimakan orang Jepang ketika tahun baru yaitu Osechi.

Makanan Tahun Baru yang Enak

Osechi adalah sebutan untuk masakan istimewa yang dimakan pada tahun baru. Sup zōni dari kuah dashi yang berisi mochi dan sayuran merupakan salah satu masakan osechi. Berbagai macam lauk masakan osechi dimasak berhari-hari sebelumnya dan diatur di dalam kotak kayu bersusun yang disebut jūbako (重箱). Yamanaka-san yang memasak semua makanan tahun baru ala Jepang. Murid-murid hanya membantu membuat sup untuk Osechi. Kami membuat sup sambil bernyanyi dan tertawa hingga ada sup yang tumpah. Lauk pada masakan osechi biasanya sangat manis atau asin, seperti: kuromame, tatsukuri (gomame), kombumaki, kamaboko, kurikinton, kazunoko, dan datemaki. Fujie-san menjelaskan pada umumnya hanya lauk yang ditata di dalam kotak kayu bersusun yang bisa disebut masakan osechi. Kotak kayu bersusun untuk masakan osechi dipercaya sebagai perlambang keberuntungan yang berlipat-lipat.

Makanan Lauk/Pelengkap yang Paling disukai (kami) Orang Indonesia

Yamanaka-san membuat banyak sekali makanan kecil, kami menyebutkan cemilan super Yamanaka-san, Yamanaka-san juga membuat lauk/pelengkap Osechi dengan enak, kami menghabiskan semuanya dengan lahap. Yamanaka-san menjelaskan ada beberapa makanan pelengkap di tahun baru, yaitu:

1. Datemaki

Datemaki adalah telur dadar yang digulung bagaikan kitab sutra, sehingga dimakan sebagai perlambang kebijakan dan pengetahuan. Di daerah Kansai, datemaki digantikan dashimaki.

2. Kurikinton

Makanan ini terlihat mewah dan nama makanan ini dalam bahasa Jepang berarti gumpalan emas (kinton) dari buah kastanye (kuri)

3. Kombumaki

Kombu masak nimono digunakan sebagai makanan tahun baru karena kombu terdengar mirip kata yorokubu (kegembiraan).

4. Kamaboko berwarna merah putih

Makanan olahan dari surimi, berwarna putih dengan sedikit warna merah di bagian pinggir, dipakai untuk melambangkan beras merah dan beras putih.

5. Otafuku-mame

Kacang pembawa keberuntungan dengan rasa manis. Kacang ini sangat digemari oleh murid-murid Japan Corner.

Kesenian dan Permainan

Karena kami lupa memberi kartu pos satu sama lain, kami menggantinya dengan kegiatan menulis Kakizome. Fujie-san mengajarkan kami membuat Kakizome dengan sabar, dikarenakan kami baru pertama kali menulis kanji dengan kuas besar. Tulisan kami sangat jelek, Fujie-san juga memberi hadiah kepada murid-murid yang tulisannya bagus.
Teman saya bernama Aldo mendapatkan hadiah dari Fujie-san. Fujie-san juga menjelaskan, Kakizome berarti tulisan (kaligrafi) Pertama yang ditulis pada tanggal 2 Januari. Kakizome adalah frasa (ungkapan) yang ditulis pada secarik kertas panjang. Kemudian Kakizome digantung (menghadap ke arah yang dipercaya membawa keberuntungan) sampai tanggal 14 Januari (atau hari Sabtu Minggu terdekat) di mana Kakizome akan dibakar pada Festival Api Sagicho. Dikatakan bahwa jika angin menerbangkan abu Kakizome ke langit maka keterampilan penullis akan meningkat di tahun tersebut. Semakin tinggi abu mengangkasa semakin tinggi pula keahlian penulisnya.

Setelah makan, kami bersama bermain Karuta, Janken Taikai dan Shiritori. Permainan Shiritori sangat menyenangkan dan membuat kami bersemangat. Yamanaka-san menjelaskan, Shiritori (しりとり ) adalah permainan kata bahasa Jepang yang pemainnya bergiliran mengucapkan kata (nomina) yang dimulai dari kana (mora) terakhir dari kata yang diucapkan pemain sebelumnya. Permainan segala usia ini dimainkan oleh dua orang atau lebih. Pemain dinyatakan kalah kalau mengucapkan kata yang berakhiran dengan n (ん).

Kejutan Ulang Tahun

Disaat kami beristirahat tiba-tiba murid-murid lain dan Fujie-san memberikan saya kejutan ulang tahun, saya sangat senang dan bahagia. Kami bernyanyi dan berfoto bersama, hingga larut malam. Kami juga mengobrol dan bercanda bersama, Yamanaka-san juga memakan banyak sekali makanan khas Indonesia, Yamanaka-san ternyata sangat suka dengan Klepon.

Tahun baru kali ini benar-benar menyenangkan, semua orang bersemangat untuk menyambut tahun baru. Malam itu benar-benar istimewa bagi kami, karena kami juga berkenalan dengan anak-anak generasi baru di Japan Corner. Japan Corner sendiri baru memiliki 4 generasi, dan jumlah tiap generasi sangat sedikit, hanya 3 sampai 10 orang. Ada juga rasa sedih karena murid-murid Japan Corner generasi 1 (termasuk saya) akan lulus di pertengahan 2019. Itu sebabnya kami senang ketika ada anak-anak generasi baru yang berjumlah 10 orang. Semoga Japan Corner terus bertahan dan semakin baik. Sampai jumpa dilain hari.

新年明けましておめでとうございます。今年もよろしくお願いします。

Penulis: Laula Ika Setya Rahma