Acara Now!

KK(Bentuk te) + shimai-masu/-mashita 「てしまいます / てしまいました」

KK.Bentuk Te, N4-5Kala dan Aspek, Tata Bahasa

PenjelasanKosakataLatihan

 

Pola Kalimat

 KK(Bentuk te) しまいます / しまいました 
 KK(Bentuk te) shimai-masu / shimai-mashita 
 1. Menyelesaikan KK / 2. Terjadi KK(dan, pembicara merasa negatif) 

 

Penjelasan

Pada dasarnya, pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan “suatu aksi selesai secara keseluruhan” atau “perasaan negatif seperti penyesalan, kekecewaan, dsb terhadap aksi yang telah atau akan terjadi.

 

Penyelesaian Aksi Secara Keseluruhan

Pola Kalimat

 KK(Bentuk Te) しまいます 
 KK(Bentuk Te) shimai-masu 
 Menyelesaikan KK 

 

Struktur kalimat

 

Penjelasan

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu aksi seperti tugas, kerja, dsb selesai secara tuntas atau keseluruhan. Pola kalimat "KK(Bentuk Te) shimai masu" sering disertai dengan kata kata yang berkaitan dengan batas waktu atau jumlah seperti sugu ni (dgn segara), made ni (sampai -batas wkt-), zenbu(semua), subete(semua), kanzen ni (dgn utuh), dsb.

 

 

Contoh Kalimat

ひるまでに宿題しゅくだいしてしまいます
Hiru made ni shukudai o shite shimai-masu.
Akan menyelesaikan PRnya sebelum masuk siang.

 

今日中きょうじゅうにレポートをいてしまいます
Kyoo-juu ni repooto o kaite shimai-masu.
Akan menyelesaikan menulis laporan dalam hari ini.

 

ちょっとってください。すぐにべてしまいます
Chotto matte kudasai. Sugu ni tabete shimai-masu.
Tunggu sebentar. Saya akan segera selesai makan.

 

昨晩さくばん全部ぜんぶんでしまいました
Sakuban, zenbu yonde shimai-mashita.
Kemarin malam sudah membaca semua.

 

先週せんしゅう論文ろんぶん仕上しあげてしまいました
Senshuu, ronbun o shiagete shimai-mashita.
Sudah menyelesaikan skripsi minggu yang lalu.

 

仕事しごとすべやってしまいました
Shigoto o subete yatte shimai-mashita.
Sudah menyelesaikan semua pekerjaan.

 

Perasaan Negatif terhadap Aksi

Pola Kalimat

 KK(Bentuk Te) しまいました/ます 
 KK(Bentuk Te) shimai-mashita/masu 
 Terjadi KK(dan pembicara merasa negatif) 

 

Struktur kalimat

 

Penjelasan

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan perasaan negatif seperti penyesalan, kekecewaan, rasa malu, dan seterusnya yang dirasakan oleh pembicara terhadap aksi atau kejadian yang sebenarnya tidak dimaksudkan, tidak diinginkan, atau tidak dibolehkan oleh pembicara. Pola kalimat ini sering digunakan dalam bentuk lampau karena biasanya perasaan negatif akan muncul setelah aksi atau kejadian tersebut telah terjadi.

Kata kerja yang sering digunakan dalam pola kalimat ini adalah kata kerja yang bernuansa negatif, atau kata kerja yang tidak dapat dikendalikan oleh pembicara seperti kehilangan, ketahuan, kejatuhan, kematian, dsb.

 

 

Contoh Kalimat

財布さいふなくしてしまいました
Saifu o nakushite shimai-mashita.
Kehilangan dompet. (menyatakan penderitaan dengan rasa kesal)

 

みちまよってしまいました
Michi ni mayotte shimai-mashita.
Tersesat di jalan. (menyatakan penderitaan dengan rasa kesal)

 

メガネをとしてしまいました
Megane o otoshite shimai-mashita.
Kaca mata saya terjatuh. (menyatakan penderitaan dengan rasa kesal)

 

今日きょう遅刻ちこくしてしまいました
Kyoo mo chikoku shite shimai-mashita.
Hari ini juga terlambat masuk. (menyatakan kesalahan dengan rasa kesal)

 

バイクがこわれてしまいました
Baiku ga kowarete shimai-mashita.
Sepedaku rusak. (menyatakan penderitaan dengan rasa kesal)

 

ネコのあかちゃんがんでしまいました
Neko no akachan ga shinde shimai-mashita.
Bayi kucing mati. (menyatakan penderitaan dengan rasa kesal)

 

ケンさんのことをきになってしまいました
Ken-san no koto o suki ni natte shimai-mashita.
Aku jatuh cinta sama Ken. (mungkin saja sebenarnya tidak boleh. malu dan tertegang) 

 

けっきょく、ってしまいました
Kekkyoku, katte shimai-mashita.
Akhirnya, membeli. (mungkin saja sebenarnya tidak boleh membelinya karena mahal, lagi krisis, dll. bisa kesal)

 

※ Pola kalimat ini dapat digunakan dalam bentuk non-lampau juga.

いまってください。なくなってしまいますよ。
Ima, katte kudasai. Nakunatte shimai-masu yo.
Beli sekarang. Nanti abis.

 

コイにエサをあげて下さい。んでしまいますよ。
Koi ni esa o agete kudasai. Shinde shimai-masu yo.
Kasih umpan kepada ikan mas. (kalau tidak), Nanti mati.

 

 

~ made ni: sampai ~, paling lambat ~
shukudai: pekerjaan rumah
kyoo-juu: dalam hari ini
sugu ni: dengan segera
repooto: laporan
sakuban: kemarin malam
ronbun: skripsi
yaru: melakukan
shiagete: → shiageru(menyelesaikan, merampungkan)
mayotte: → mayou(tersesat)
saifu: dompet
nakushite: → nakusu(kehilangan)
megane: kaca
otoshite: → otosu(menjatuhkan)
kowarete: → kowareru(rusak)
shinde: → shinu(mati, meninggal dunia)
koi: ikan mas
esa: umpan
ageru: memberi

 

 

tunggu