Orang Jepang Privasinya Tinggi?

lomba_2018Budaya & Kehidupan, Lomba Menulis, ★kelas kita (クラスでの活動)

Semua ini berawal karena saya menyukai shinsei kamattechan yang merupakan band asal jepang dari chiba, dan ini adalah cerita pengalaman yang saya alami ketika berkenalan dengan orang jepang di media sosial lewat aplikasi instagram, mungkin ceritanya akan berbeda kalau saya berkenalannya bukan di media sosial melainkan secara langsung.

Mencari Akun Idola

Kebetulan ketika itu saya memiliki satu akun instagram, dan saya berinisiatif untuk mencari salah satu akun vocalis band shinsei kamattechan tersebut, dan akhirnya saya menemukan akun si Noko (pemimpin dari band shinsei kamattechan). Bisa ditebak, bagaimana reaksi ketika menemukan akun idola? Kalau saya sih menstalkernya/melihat ceritanya dan beberapa komentarnya dari atas sampai bawah, wkwk. Ketika saya membaca beberapa komentarnya (walaupun ada beberapa kanji yang belum bisa dibaca ^^), saya iseng memfollow salah satu akun orang jepang karena niatnya ingin berkenalan. Kalau di instagram, follow itu artinya menambahkan teman agar bisa melihat dan membaca isi dari akun tersebut.

Diterima dan Difollow kembali oleh Orang Jepang

Jujur saya sangat senang pada waktu itu, ketika saya diterima dan bahkan difollow kembali oleh orang jepang yang saya follow akunnya, lalu saya coba menyapanya “hallo” dia balas “hallo permisi, apakah ini follower dari twiter?”. Saya awalnya sempat bingung kenapa saya ditanya begitu, dan setelah sedikit membaca deskripsi akunnya, ternyata akun tersebut hanya untuk orang yang berteman di twitter saja. Saya-pun membalas pertanyaan dia “tidak, hanya di instagram” dia balas “maaf, saya menulis tentang diri saya dan juga teman saya di instagram, saya hanya mengijinkan orang yang ada di twitter saja”. Sangat sopan sekali bahasa yang digunakan oleh orang jepang ini, padahal saya yang salah karena tidak membaca deskripsinya, tetapi dia yang meminta maaf duluan, lalu saya-pun juga meminta maaf ke-dia, kemudian akun saya di Unfollow (dihapus pertemanannya).

Perasaan saat akun di Unfollow

Sebenarnya agak sedikit kecewa dan juga terkejut, tetapi ya saya terima saja mungkin itu menyangkut privasi orang tersebut, dan saya harus menghargainya, lagipula ini juga salah saya karena tidak melihat deskripsinya terlebih dahulu.

Besoknya

Saya mencari kenalan lagi di komentar akun si Noko, tetapi sekarang ini saya harus benar-benar membaca deskripsi akunnya terlebih dahulu. Saya mencoba memfollow salah satu akun lainnya lagi, lalu setelah diterima dan di follow kembali, dia menyapa duluan ke saya “hallo, terima kasih atas follow-nya” saya balas “sama-sama, salam kenal” senang rasanya disapa duluan ^^. Setelah lama saling kirim pesan, dia juga meminta untuk tukaran id line bahkan twitternya juga, saya sih setuju saja, karena senang rasanya bisa berkenalan dengan orang jepang meskipun saat ini hanya di media sosial saja.

Kesimpulan

Dengan pengalaman seperti itu, saya dapat menyimpulkan ternyata orang jepang itu sangat menghargai privasinya baik itu dirinya sendiri ataupun temannya, ya walaupun sepertinya tidak semuanya seperti itu, dan bahasa yang digunakan oleh orang jepang itu sangat sopan ketika pertama kali berkenalan. Dari pengalaman ini juga, saya mendapatkan sedikit pelajaran “jika ingin berkenalan dengan seseorang di media sosial, sebaiknya baca terlebih dahulu deskripsi orang tersebut ^^”. 

Penulis: Fikri Yo