Tara (Kalimat Pengandaian)「たら」

Bentuk Biasa, Bentuk Halus, N4-5Syarat dan Pengandaian, Tata Bahasa, N4-5

PenjelasanKosakataLatihan

 

Pola Kalimat

 Anak Kalimat (B.Biasa Lampau) ら、Kalimat pokok 
 Anak Kalimat (B.Biasa Lampau) +ra、Kalimat pokok 
 Jika Anak Kalimat, Kalimat Pokok (setiap kasus secara terbatas) 

 

Struktur kalimat

 

Penjelasan

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan bahwa jika pengandaian yang dinyatakan pada kalimat pertama (anak kalimat) terjadi, maka isi yang dinyatakan pada kalimat kedua (kalimat pokok) juga ikut terjadi.

Pada dasarnya, “-tara (atau dara)” menunjukkan hubungan antara pengandaian dan kejadian pada setiap kasus atau setiap situasi secara terbatas (bukan seperti kalimat syarat “-to” atau “-ba” yang menyatakan syarat secara umum dan konstan seperti fenomena alam dan kebiasaan umum). Pengandaian yang dinyatakan pada kalimat pertama dan kejadian yang dinyatakan pada kalimat kedua berlangsung secara berurutan.

Perhatikan, perdikat pada kalimat pertama selalu berupa “bentuk biasa lampau + ra” meskipun kalimat kedua berupa baik bentuk halus, maupun bentuk non-lampau. Oleh karena terdapat kata “ta-ra (da-ra)” pada kalimat pertama, bentuk ini disebut juga sebagai bentuk “tara”.

Pola kalimat ini dapat dikatakan sebagai bahasa lisan, dan digunakan dalam percakapan secara luas, tetapi tidak tepat digunakan dalam penulisan.

 

 

1. Pengandaian yang Tidak Pasti Terjadi

 

1億おくドルあったらメンテンに家いえを建たててたいです。
Ichi-oku doru atta-ra, Menteng ni ie o tate-tai desu.
Kalau ada 100 juta dollar, saya ingin membangun rumah di Menteng.

 

雨あめが降ふったら中止ちゅうしにします。
Ame ga futta-ra chuushi ni shi-masu.
Kalau hujan turun, akan dibatalkan.

 

忙いそがしくなかったら、明日あす、映画えいがを見みに行いきませんか。
Isogashi-ku nakatta-ra, asu eega o mini iki-masen ka.
Kalau tidak sibuk, bagaimana kalau kita pergi nonton film besok?

 

 

2. Pengandaian yg Pasti atau Hampir Pasti Terjadi

 

午後ごごになったら、迎むかえに行いきます。
Gogo ni natta-ra, mukae ni iki-masu.
Kalau sudah jadi siang, saya akan pergi menjemputmu.

 

大学だいがくを卒業そつぎょうしたら、日本にほんで働はたらく予定よていです。
Daigaku o sotsugyoo shita-ra, Nihon de hatara-ku yotee desu.
Kalau sudah tamat universitas, saya berencana untuk bekerja di Jepang.

 

仕事しごとが終おわったら、ラーメンを食たべに行いきませんか。
Shigoto ga owatta-ra, raamen o tabe ni iki-masen ka.
Kalau sudah selesai kerja, bagaimana kalau kita pergi makan ramen?

 

 

3. Syarat dan Maksud Pembicara

“Bentuk tara” dapat digunakan untuk menyatakan maksud pembicara seperti keinginan, permintaan, ajakan, dsb.

 

Maksud

高校こうこうを卒業そつぎょうしたら親おやの仕事しごとを手伝てつだうつもりです。
Kookoo o sotsugyoo shi-tara oya no shigoto o tetsudau tsumori desu.
Kalau sudah tamat SMA, saya bermaksud membantu pekerjaan orang tua saya.

 

Keinginan

大おおきくなったらジャカルタで働はたらきたいです。
Ookiku natta-ra, Jakarta de hataraki tai desu.
Kalau sudah menjadi besar, saya ingin kerja di Jakarta.

 

Ajakan

仕事しごとがおわったら、遊あそびに行いきましょう。
Shigoto ga owatta-ra, asobi ni iki-mashoo.
Kalau sudah selesai kerja, mari kita pergi bermain.

 

Permintaan

お金かねが貯たまったら、僕ぼくと結婚けっこんしてください。
O-kane ga tamatta-ra, boku to kekkon shite kudasai.
Kalau uangnya sudah banyak ditabung, tolong menikahlah denganku.

 

 

4. Lampau

“Tara (dara)” dapat digunakan untuk menunjukkan kejadian yang dinyatakan pada kalimat kedua terjadi akibat aksi yang dinyatakan pada kalimat pertama secara berturut-turut dan tidak sengaja seperti penemuan, kejutan, hal yang tidak menguntungkan, dan sebagainya pada masa lampau.

 

公園こうえんで散歩さんぽしていたら、ケンさんと会あった。
Kooen de sanpo shite ita-ra, Ken-san to atta.
Saat jalan-jalan di taman, bertemu dengan Ken. (lampau)

 

映画館えいがかんに行いったら、休やすみだった。
Eega-kan ni itta-ra, yasumi datta.
Saya pergi ke bioskop, tetapi tutup. (lampau)

 

まっすぐ進すすんだら、行いき止どまりだった。
Massugu susunda-ra, ikidomari datta.
Saya maju lurus, tetapi (menghadapi) jalan buntu.

 

窓まどを開あけたら、タバコの煙けむりが入はいってきた。
Mado o aketa-ra, tabako no kemuri ga haitte kita.
Saat saya membuka pintu, asap rokoknya masuk .

 

強つよく押おしたら、こわれた。
Tsuyoku oshita-ra, kowareta.
Saat saya menekannya dengan keras, (itu) rusak.

 

 

tate-tai: → tateru(membangun)
mukae ni: → mukaeru(menjemput, menyambut, menerima)
sotsugyoo shita: sotsugyoo suru(tamat)
tamatta ra: → tamaru(ditabung)
susunda: → susumu(maju)
ikidomari: jalan buntu
oshita: → osu(menekan)
kowareta: → kowareru(rusak)

 

 

tunggu