Struktur Kalimat dalam Bahasa Jepang

N4-5Kalimat Dasar, Tata Bahasa

Struktur Kalimat dalam Bahasa Jepang-min-min

PenjelasanLatihan

 

1. Inti Struktur Kalimat

Struktur kalimat s-305-01-unsur-predikat1-min

Inti struktur kalimat dalam bahasa Jepang terdiri atas pola kalimat “Unsur + Predikat”. Predikat harus terdapat dalam kalimat, dan diletakkan pada akhir kalimat tersebut. Bahasa Jepang dikenal sebagai bahasa yang mengutamakan predikat, dan unsur-unsur lain seperti subjek, objek, dan keterangan disusun untuk dihubungkan dengan predikat. Pada dasarnya, unsur dapat diletakkan di depan predikat saja.

 

s-305-02-unsur-predikat2-min

Unsur-unsur (seperti subjek, objek, dan keterangan) dapat diletakkan di depan predikat.

 

 

2. Susunan Kalimat

Struktur kalimat s-305-10-susunan kalimat-min

Pada dasarnya, susunan kalimat dalam bahasa Indonesia terdiri atas urutan SPOK (Subjek + Predikat + Objek + Keterangan). Sedangkan, susunan kalimat dalam bahasa Jepang fleksibel (bebas), asal predikatnya diletakkan pada akhir kalimat. Lalu, bagaimana caranya untuk menentukan setiap unsur seperti subjek, objek, dan keterangan jika susunannya fleksibel???  → “Baca 3. Penentuan Unsur Kata Benda dalam Kalimat” di bawah. 

 

Contoh susunan kalimat fleksibel:  unsur1 + unsur2 +… + Predilatperbedaan02-02-min

※ Meskipun urutannya berbeda-beda, kalimat 1 ~ 6 artinya sama, yaitu “Dewi makan bakso di warung”.

 

 

3. Penentuan Unsur Kata Benda dalam Kalimat

Struktur kalimat s-305-06-Unsur Ditentukan oleh Partikel-min

  • Partikel Wa menunjukkan Subjek atau Topik.
  • Partikel O menunjukkan Objek.
  • Partikel  De menunjukkan Tempat.

 

Unsur untuk kata benda dalam bahasa Indonesia ditentukan oleh urutan kata dalam kalimat. Sedangkan, unsur untuk kata benda (subjek, objek) dalam bahasa Jepang ditentukan oleh partikel (kata bantu).

Fungsi partikel dalam bahasa Jepang sedikit mirip “kata depan” dalam bahasa Indonesia, yang dapat menunjukkan waktu, tempat, arah, dan lain-lain, tetapi justru partikel dalam bahasa Jepang merupakan “kata belakang” (karena diletakkan di belakang kata yang ditunjukkannya), dan dapat menunjukkan subjek dan objek juga. Partikel dalam bahasa Jepang menunjukkan hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain. Oleh karena adanya partikel, unsur-unsur dalam bahasa Jepang dapat disusun secara fleksibel.

 

 

4. Kata yang menerangkan dan diterangkan 

 Sistem M.D

perbedaan03-02-min

Dalam bahasa Indonesia, kata yang diterangkan diletakkan di depan kata yang menerangkan. Sedangkan, dalam bahasa Jepang, kata yang Menerangkan diletakkan di depan kata yang Diterangkan. (Sistem M.D.)

 

Contoh

perbedaan03-03-min

 

 

5. Predikat dalam Bahasa Jepang

Jika melihat tata bahasa dari sisi predikat, terdapat tiga jenis kalimat dalam bahasa Jepang, yaitu 1. Kalimat Kata Benda, 2. Kalimat Kata Sifat, dan 3. Kalimat Kata Kerja

 

5-1. Kalimat Kata Benda

Pola kalimat s-305-07-kalimat kata benda-min

Pola kalimat ini digunakan untuk menyatakan “KB(Kata Benda)1 adalah KB(Kata Benda)2”. Partikel “wa” menunjukkan bahwa Kata Benda1 adalah topik sekaligus subjek dalam kalimat, dan topik dijelaskan oleh predikat (Kata Benda2). Bagian desu diubah sesuai situasi seperti waktu, positif-negatif, halus-biasa, dan lain-lain. 

 

Contoh Kalimat

Dewi wa gakusee desu.  * gakusee = siswa
Dewi siswa.

 

Agus wa sensee desu.  * sensee = guru
Agus guru.

 

Watashi wa Indonesia-jin desu.  *watashi = saya
Saya orang Indonesia.

 

 

5-2. Kalimat Kata Sifat

Pola kalimat s-305-08-kalimat kata sifat-min

Pola kalimat ini digunakan untuk menunjukkan kondisi subjek. Partikel “wa” menunjukkan bahwa Kata Benda adalah topik sekaligus subjek dalam kalimat, dan topik dijelaskan oleh predikat (Kata Sifat). Bagian desu diubah sesuai situasi seperti waktu, positif-negatif, halus-biasa, dan lain-lain.

 

Contoh Kalimat

Kore wa oishi-i desu.  *kore = ini, oishi-i = enak(makanan)
Ini enak.

 

Are wa taka-i desu.  *are = itu, taka-i = mahal
Itu mahal.

 

Desi-san wa kawai-i desu *kawai-i = cantik
Desi cantik.

 

 

5-3. Kalimat Kata Kerja

Pola kalimat 

 

Sangat banyak kalimat dalam bahasa Jepang terdiri dari pola kalimat ini. Partikel dalam kalimat menunjukkan hubungan antara unsur-unsur dengan predikat (kata kerja). Bagian -masu diubah sesuai situasi seperti waktu, positif-negatif, halus-biasa, dan lain-lain.

 

Contoh Kalimat

Dewi ga tabe-masu(makan).  * “ga” menunjukkan subjek.
Dewi makan.

 

Bakso o tabe-masu.  * “o” menunjukkan objek.
Makan bakso.

 

warung de tabe-masu.  * “de” menunjukkan tempat.
Makan di warung.

 

Agus to tabe-masu.  * “to” menunjukkan “bersama dengan”.
Makan bersama dengan Agus.

 

 

*Penggunaan ketiga jenis kalimat akan dijelaskan pada les berikut nanti.

 

 

 

tunggu